Sabtu, 8 Oktober 2022

Sinergi Pertamina Bantu Tingkatkan Kemandirian Siswa Difabel di Cilacap

Staff Pertamina dan Kepala Dinas Cababang X Banyumas saat meninjau kelas keterampilan tata busana, nampak guru mendampingi siswa menjahit, di SLBN Cilacap, Selasa (13/9/2022) Foto: Ulul Azmi.

PT Pertamina Lubricants (PTPL) dan Pertamina Retail (PTPR), anak usaha Subholding Comercial & Trading Pertamina, bersinergi dalam upaya mendorong pengembangan bakat siswa difabel di Cilacap. Untuk mendorongnya, Pertamina memberikan sejumlah bantuan perlengkapan praktik.


Cilacap, serayunews.com

Melalui program Pertamina Sahabat Difabel, sejumlah bantuan perlengkapan praktik tata boga, tata busana, dan seni kriya diberikan kepada Sahabat Difabel SLBN (Sekolah Luar Biasa Negeri) Cilacap dan SLBN (Sekolah Luar Biasa Negeri) Kroya, Cilacap, pada hari Selasa, (13/9/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah X Jawa Tengah Agus Triyanto, Manager Production Unit Cilacap (PUC) PTPL Prasetiyo Budi,  Senior CSR Officer PTPL Subhan Amrullah dan Com. Dev & CSR Staff Jr, PTPR Sara Ari Dahlan.

“Kehadiran program sangat bermanfaat dan berdampak positif kami sekolah. Kami mengapresiasi kolaborasi dan sinergi yang oleh PTPL dan PTPR. Siswa dan guru mendapat kemudahan dalam belajar mengajar yang tentunya dapat mendukung prestasi mereka ke depannya. Terutama keterampilan yang mendukung kemandirian di masa mendatang,” ujar Agus Triyanto.

Bangga ke Guru

Sementara itu, Manager PUC PTPL Prasetiyo Budi menyampaikan, kebanggaan kepada guru yang membimbing siswa, dan mampu menggali bakatnya. Selain itu, siswa SLB menunjukkan antusias tinggi dalam belajar keterampilan di sekolah.

“Harapannya nanti adik-adik ketika terjun langsung di tengah masyarakat, mereka memiliki percaya diri tingggi dan bisa berkontribusi. Sehingga,  mereka tidak minder dan memiliki kemampuan yang sama dan bisa berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya.

Siswi SLBN Cilacap saat menjahit busana di ruang tata busana, Selasa (13/9/2022) Foto: Ulul Azmi.

Pihaknya juga berharap dengan berkolaborasi bersama PTPR, maka program Pertamina Sahabat Difabel dapat menjangkau wilayah lainnya dengan program-program yang semakin bermanfaat.

“Karena masih banyak program yang bisa berjalan untuk meningkatkan pendidikan dan kemandirian teman difabel di Indonesia,” ujarnya.

Untuk Berdaya Saing

Com. Dev & CSR Staff Jr PTPR Sara Ari Dahlan menyampaikan, bahwa kolaborasi ini merupakan wujud sinergi Pertamina Group khususnya Subholding Commercial & Trading dalam mendorong kemampuan generasi penerus bangsa untuk lebih berdaya saing dengan skill dan kompetensi yang lebih baik lagi.

“Kami melihat langsung bagaimana semangat guru dan siswa dalam belajar. Semoga dengan program Pertamina Sahabat Difabel ini menjadi inspirasi bagi Pertamina dan stakeholders lainnya untuk turut bersama mendorong kemandirian difabel di Indonesia,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, siswa SLBN Cilacap juga turut serta mengisi acara dengan menampilkan bakatnya dalam tata noga dengan membuat kue dan puding. Kemudian tata busana dengan merancang busana batik bersama guru pendamping.

Kepala SLB Negeri Cilacap Tawar mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan bantuan perlengkapan yang diberikan tersebut, serta mendorong lagi semangat siswa yang telah terbukti dengan keikutsertaan lomba dan kejuaraan mendapat peringkat pertama lomba tata busana tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Kita akan optimalkan, karena kita ada berapa keterampilan, mulai dari kelas keterampilan tata boga, tata busana dan membatik,” ujarnya.

Staff PT Pertamina Lubricants (PTPL) dan Pertamina Retail (PTPR) saat foto bersama guru dan siswa SLBN Cilacap usai penyerahan bantuan perlengkapan praktek, di SLBN Cilacap, Selasa (13/9/2022) Foto: Ulul Azmi

Salah satu siswa bernama Zidan yang memiliki keterbatas tuna rungu, dengan bahasa isyaratnya menyampaikan terima kasih. Ia juga mengaku senang bisa menjadi juara tingkat Provinsi Jawa Tengah, meskipun awal belajar tata busana sempat kesulitan, namun seiring jalannya waktu sekarang sudah mahir menciptakan busana karya sendiri.

“Katanya awalnya susah, namun karena giat belajar jadi mudah, dan bisa juara satu lomba tata busana, katanya senang,” ujar Wartini Guru Pendamping Tata Busana.

Berita Terpopuler

Berita Terkini