Jumat, 21 Januari 2022

Sudah Hujan Tapi Gerah, Begini Penjelasan dan Saran BMKG Cilacap 

Tugu obor Pertamina. (Irfan)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Cilacap menjelaskan penyebab suhu panas yang belakangan terjadi di wilayah Cilacap dan sekitarnya. Padahal saat ini telah memasuki musim penghujan. Hal itu akibat dari gerak semu matahari yang merupakan siklus yang biasa terjadi setiap tahun.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, pada bulan Oktober hingga Maret, kedudukan semu gerak matahari berada di atas pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sehingga puncak suhu maksimum akan terasa di wilayah terdebut.

Baca juga  Kebakaran Hebat Pasar Kroya Bikin Rugi Rp27,1 Miliar, Ini Rinciannya

“Jadi bukan gelombang panas, namun memang puncak suhu maksimum. Bahkan bisa sampai 37 derajat celcius,” katanya kepada serayunews.com, Selasa (19/10/2021).

Selain itu, lanjutnya, cuaca cerah yang beberapa hari lalu terjadi, juga menyebabkan sinar matahari lebih optimal sampai ke permukaan bumi. Hal ini dikarenakan beberapa waktu yang lalu terdapat badai tropis kompasu di laut Cina Selatan, sehingga menarik awan dan masa udara diwilayah Indonesia.

“Di sisi lain, posisi semu Matahari tengah dalam perjalannya menuju posisi 23 lintang selatan. Ini menyebabkan musim dingin di belahan Bumi utara dan musim panas di belahan Bumi selatan. Sementara di Indonesia pergerakan ini menyebabkan musim hujan,” tuturnya.

Baca juga  Catat, Minggu Seru! Ada Motocross di Hutan Pasinggangan Banyumas

Ditambah lagi, kata Teguh, adanya siklon tropis yang menarik masa udara dan pertumbuhan awan-awan hujan serta menjauhi wilayah Indonesia sehingga cuaca di wilayah Jawa cenderung menjadi lebih cerah berawan dalam beberapa hari terakhir.

“Itu beberapa penyebab kenapa suhu panas terjadi di Cilacap dalam beberapa hari terakhir. Saran saya konsumsi air minum yang cukup, agar terhindar dari dehidrasi,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini