Kamis, 1 Desember 2022

Sudah Sepekan Dibuka, Lokawisa Baturaden Masih Sepi Pengunjung

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten.

Kunjungan di Lokawisata Baturaden masih sangat sedikit, meskipun sudah mulai dibuka kembali selama seminggu. Pada hari biasa kunjungan hanya pada kisaran 300 – 400 orang dan pada hari Minggu hanya sampai 1000 orang.


Banyumas, Serayunews.com

K epala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wakhyono mengatakan, selama dibuka sudah dua kali melampaui hari Minggu dan tingkat kunjungan juga masih sebatas kisaran 1000 orang.

“Masih sangat sepi pengunjung, hari Minggu saja hanya sampai 1000 orang lebih sedikit. Bahkan pada hari normal hanya 300-400 pengunjung,” katanya, Senin (21/12/2020).

Padahal jika mengacu pada data selama pandemi Covid-19, tingkat kunjungan pernah mencapai 2.446 orang, saat libur Maulid Nabi lalu.

Menurut Wakhyono, ada beberapa faktor penyebab sepinya kunjungan wisata. Yaitu situasi pandemi Covid-19 yang terus mengalami penambahan kasus positif, sehingga banyak wilayah yang memberlakukan aturan rapid tes antigen untuk para pendatang.

Mulai dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), semua memberlakukan aturan wajib rapid test antigen bagi pendatang. Hal ini dinilai sangat berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan. Mereka menjadi enggan untuk berwisata lintas daerah karena aturan tersebut.

Sementara untuk wisatawan dari lokal daerah setempat, faktor intensitas hujan yang cukup tinggi membuat para wisatawan enggan untuk mengunjungi objek-objek wisata. Sebagaimana dieketahui, di wilayah Banyumas kerap turun hujan lebat, bahkan disertai angon kencang yang beberapa kali sampai menimbulkan banjir dan longsor.

Sedangkan faktor ketiga yaitu status Kabupaten Banyumas yang baru saja keluar dari zona merah penyebaran Covid-19. Menurut Wakhyono, hal tersebut juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisata.

“Walaupun seluruh tempat wisata sudah menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak, namun ada kecenderungan wisatawan enggan datang ke daerah yang penambahan kasus positif Covid-19 terbilang tinggi. Banyumas termasuk salah satu daerah yang penambahan kasus positif Covid-19-nya tinggi,” ucapnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini