Sabtu, 29 Januari 2022

Tanah Gerak, Lima Rumah Warga di Karangkobar Retak

Sejumlah warga dan relawan serta anggota Polsek dan Koramil Karangkobar melakukan kerja bhakti dengan menutup rekahan tanah. (Maula)

Akibat hujan lebat yang terjadi pada Minggu (28/11/2021) menyebabkan keretakan tanah yang ada di Dusun Sukawera, Desa Pasurenan, Kecamatan Karangkobar. Tidak hanya itu, pergerakan tanah ini juga menyebabkan sedikitnya lima rumah warga retak.


Banjarnegara, serayunews.com

Untuk menghindari terjadinya tanah longsor, pada Senin (29/11/2021) sejumlah warga dan relawan serta anggota Polsek dan Koramil Karangkobar melakukan kerja bhakti dengan menutup rekahan tanah. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan imbauan kepada warga untuk lebih berhati-hati.

Baca juga  Lalu Lintas di Cilacap Kota Jelang Malam Tahun Baru, Kendaraan Menumpuk dan Macet di Jalan Kalimantan

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, rekahan tanah sebenarnya sudah terjadi sejak Juni lalu. Namun tingginya intensitas hujan akhir pekan ini menyebabkan rekahan tersebut muncul kembali.

Nuryono ketua RT 4 RW 2 Desa Pasurenan mengatakan, akibat pergerakan tersebut. Sedikitnya lima rumah warga mengalami retak pada bagian dinding dan lantai. Tidak hanya itu lebih dari 1 hektare lahan pertanian warga juga mengalami kerusakan.

Lima rumah warga yang mengalami retak di antaranya rumah milik Sumaryo (55), Pono (37), Hermanto (38), Sugi (45) dan Sumardi (60).

 “Ada sekitar 20 jiwa dari lima rumah yang mengalami kerusakan,” ujarnya.

Baca juga  Karyawan Dinas Pertanian Cilacap Merasa Kehilangan Sekaligus Bangga, Supriyanto Menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah

Sementara itu, Kepala Dusun Sukawera Ratno mengatakan, setelah kejadian tersebut, pihaknya melakukan koordinasi dengan Polsek dan Koramil, termasuk BPBD dan relawan untuk melakukan kerja bakti menutup rekahan yang ada.

“Tidak ada korban jiwa, hanya saja lahan dan rumah warga retak, kami terus melakukan koordinasi dan meminta warga untuk tetap waspada, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini