Rabu, 5 Oktober 2022

Tandatangani Kerjasama dengan Builder Luar, Purbalingga Bakal Produksi Motor Listrik

Penandatanganan kerjasama Pemkab Purbalingga dengan PT Rainbow Mitra Bangsa untuk mengembangkan motor listrik,di Pendapa Dipokusumo, Jumat (12/08/2022). (Amin Wahyudi)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga satu langkah lebih maju. Saat daerah tetangga baru berencana membeli motor listrik, Purbalingga bahkan akan membuatnya. Langkah awal adalah penandatanganan kerjasama dengan PT Rainbow Mitra Bangsa atau Rainbow Motobuilder, untuk mengembangkan motor listrik,di Pendapa Dipokusumo, Jumat (12/08/2022).


Purbalingga, serayunews.com

Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin RI) mentargetkan, tahun 2030 Indonesia setidaknya ada 13 juta kendaraan listrik mengaspal di Indonesia. Artinya, masyarakat Indonesia tahun 2030 sudah mulai beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.

“Selain alasan bebas polusi juga memberi alternatif dari harga sumber energi bahan bakar minyak (BBM) yang terus naik,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi.

Penggunaan motor listrik, bertujuan untuk mengurangi emosi karbon dari kendaraan. Selain itu juga sebagai langkah penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Bagi daerah lain, apa yang menjadi program Pemerintah itu tidak terlalu berdampak.

Namun bagi Kabupaten Purbalingga, semakin maraknya motor listrik menjadi ancaman tersendiri. Sebab, kota Perwira ini sudah populer sebagai sentra perajin knalpot. Menyikapi kondisi ini, Pemda pun langsung memikirkan solusinya.

Melalui kerjasama ini, menurut bupati, setidaknya Purbalingga sudah bersiap untuk menghadapi masa peralihan. Nantinya para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Purbalingga, mulai belajar mengenai motor listrik.

Melalui kerjasama ini l, mereka akan diberi dasar oleh Rainbow Builder untuk menciptakan motor listrik. Pengembangan motor listrik ini dengan melibatkan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Logam dan pelajar SMK. Bahkan, Tiwi menantang agar para pelaku IKM logam di Purbalingga setelah ini bisa menciptakan motor listrik.

“Paling tidak mereka ada diversifikasi produk, besok kalau tahun 2030 mayoritas sudah pakai kendaraan listrik yang tentu sudah tidak lagi menggunakan knalpot, temen-temen IKM (pengrajin knalpot) ini tidak lagi bingung,” katanya.

Ketika nanti sudah tercipta motor listrik buatan para pelaku IKM Logam dan pelajar Purbalingga, bupati bersama ketua Dekranasda berjanji akan membelinya. Bahkan, bupati juga menginstruksikan agar masing-masing OPD membeli minimal 1 motor listrik.

Mulai Akhir Agustus

Sementara itu Founder Rainbow Motobuilder, Adega Anggayasta mengatakan, pelatihan akan mulai pada akhir Agustus sampai November ini. Pihaknya akan mensupport 15 orang pelatih, terbagi menjadi 3 tim.

“Skill yang dibutuhkan sebenarnya hanya welding, body shaping, painting, dan electric,” katanya.

Pihaknya, nanti juga akan membantu pemasaran dalam negeri maupun luar negeri. Ia mengakui, saat ini kebutuhan motor listrik di luar negeri sangat tinggi. Oleh karena itu, pihaknya ingin melibatkan IKM dalam proses produksi.

“Nanti saya akan kenalkan temen-temen (IKM) ke market, Desember nanti akan saya undang builder atau produsen (motor listrik) untuk melihat di sini ada IKM yang bisa bikin part-part, silakan bisa bikin deal-deal,” katanya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini