Sabtu, 29 Januari 2022

Tanggul Jebol di Pantai Lengkong Cilacap Bertambah Panjang Hingga 1 KM, Perlu 10 Ribu Geobag

TNI, BPBD, PSDA, Pemuda Pancasila, warga setempat, dan relawan sedang mengisi pasir ke dalan kantong geobag. (Ulul)

Dibutuhkan sedikitnya 10 ribu kantong geobag untuk memperkuat tanggul Pantai Lengkong yang jebol diterjang gelombang pasang. Bahkan titik tanggul jebol saat ini bertambah menjadi 1000 meter. Selain geobag, penanganan tanggul darurat  juga diperkuat dengan trucuk bambu.


Cilacap Utara, serayunews.com

Penanganan tanggul jebol di Pantai Kemiren Kelurahan Mertasinga Kecamatan Cilacap Utara sudah dimulai sejak sepekan yang lalu dengan menerjunkan dua unit alat berat serta bantuan dari warga dan instansi terkait.

Petugas menilai, titik tanggul yang jebol terus bertambah, dari awalnya di dua titik sepanjang 200 meter dan 300 meter, kini yang kritis sudah bertambah menjadi 1000 meter di beberapa titik sepanjang Pantai Lengkong dan Pantai Kemiren.

Baca juga  Bencana Tanah Bergerak di Aribaya Banjarnegara Meluas, Tiga Warga Diungsikan

Oleh sebab itu, penanganan tanggul darurat diperkuat dengan geobag yang diisi pasir dan trucuk bambu, diharapkan bisa mencegah bertambahnya abrasi yang bisa mengancam permukiman penduduk.

“Kalau ini terlambat menangani maka akan semakin meluas lagi, karena La Nina masih berjalan hingga bulan Februari,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Wijonardi, Selasa (30/11/2021).

Untuk itu, dalam penanganan tanggul darurat ini, selain menerjunkan dua unit alat berat, petugas juga mengerahkan sekitar 600 personel dari unsur TNI, BPBD, PSDA, Pemuda Pancasila, warga setempat, dan relawan yang membantu mengisi pasir ke dalan kantong geobag maupun kandi.

Baca juga  Alhamdulillah, Tidak Ada Kematian Akibat Corona di Banyumas Selama Januari 2022

Kepala Dinas Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap Saeful Hidayat menyampaikan, bahwa untuk memperkuat tanggul darurat sepanjang Pantai Lengkong dan Pantai Kemiren dibutuhkan sedikitnya belasan ribu geobag maupun kantong kandi dan ribuan bambu.

“Bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak sebanyak 1.500 geobag ukuran besar, dan kantong kandi dibutuhkan antara 10 ribu hingga 11 ribu kantong, dan delapan ribu bambu dari PT S2P. Tanggul darurat diharapkan bisa bertahan hingga satu tahun, mudah mudahan tahun 2022 ada penanganan permanen,”  ujarnya.

Baca juga  Jalan Grecol-Mewek Purbalingga Rusak Parah, Tahun Ini Akan Dibeton

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Serayu Opak Wisnu Widoyono menyampaikan, di Pantai Cilacap ada banyak titik tanggul yang rawan, pihaknya akan menanganinya yang masuk skala prioritas.

“Daftar prioritas ini yang utamanya dengan pengamanan masyarakat, rumah, sarana jalan, perkantoran dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sedangkan terkait dengan pengananan tanggul permanen, BBWS akan merencanakan pembangunan tanggul permanen. “Ini disini sudah ada tanggul, mungkin nanti dengan metode atau teknis tanggul yang lebih diperkuat lagi di mukanya,” ujarnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini