Selasa, 6 Desember 2022

Tidak Pakai Masker Disanksi Masuk Keranda, Warga Purbalingga Ketakutan

Polisi bersama tim Satgas Covid Purbalingga peringatkan warga dengan keranda agar gunakan masker.

Masuk ke dalam keranda jenazah, dan merenungi tentang kematian. Diharapkan melalui hal itu orang akan lebih menghargai masa hidupnya. Begitulah dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, Dinhub dan Satpol PP saat operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19 di Purbalingga, Kamis (24/12/2020). Salah satu warga yang disanksi masuk keranda pun merasa ketakutan dan kapok.


Purbalingga, Serayunews.com

K abag Ops Polres PurbaIingga AKP Pujiono mengatakan, dampak paling parah jika terpapar virus covid-19 yakni meninggal dunia. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk disiplin dalam penerapan (Prokes). Salah satu caranya adalah, masyarakat diajak merenungi kematian di dalam keranda.

“Bagi pelanggar protokol kesehatan yang ditemukan kita berikan sanksi untuk masuk ke dalam keranda. Hal ini sebagai upaya menyadarkan masyarakat yang masih abai dan melanggar protokol kesehatan,” kata AKP Pujiono, usai kegiatan di kompleks Pasar Hewan Purbalingga, Kamis (24/12/2020) siang.

Operasi tersebut dipimpin oleh AKP Pujiono. Tim gugus tugas membawa keranda jenazah berkeliling sambil memberikan sosialisasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Upaya yang sudah dilakukan diharapkan menyadarkan masyarakat untuk tertib Prokea. Akan memilih patuh protokol kesehatan daripada melanggar dan berakibat fatal bahkan sampai meninggal dunia.

“Korona ini bukan guyonan dan benar-benar nyata oleh sebab itu diperlukan kesadaran pada diri masing-masing untuk menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebarannya,” ucapnya.

Pada operasi di kompleks pasar hewan itu, setidaknya ada empat orang yang melanggar protokol kesehatan. Seluruhnya ditemukan tidak memakai masker di tempat umum yang banyak dikunjungi masyarakat.

Salah satu di antaranya, Wuryati yang merupakan pedagang di pasar hewan. Dia mengaku kapok melanggar protokol kesehatan. Dirinya mengaku takut saat masuk ke dalam keranda dan berjanji tidak mengulangi lagi pelanggarannya.

“Rasanya takut masuk keranda jenazah, saya mengakui salah tidak memakai masker dan tidak akan mengulangi lagi,” ucapnya.

Pujiono menjelaskan, bahwa keranda yang kita bawa dalam kegiatan adalah keranda baru yang diambil dari pengrajin. Jadi sudah steril apabila digunakan sebagai media sosialisasi kepada masyarakat. Semoga masyarakat semakin sadar dengan protokol kesehatan.

Berita Terpopuler

Berita Terkini