Kamis, 1 Desember 2022

Tolak Radikalisme, Forum Masyarakat Banjarnegara Cinta Damai Geruduk Bupati

Bupati saat menemui massa yang menolak faham radikalisme, usai menyampaikan aspirasinya, mereka membubakan diri. 

Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Banjarnegara Cinta Damai (BCD) melakukan aski damai dengan mendatangi rumah dinas Bupati Banjarnegara, Sabtu (5/12/2020). Mereka mengajak Bupati untuk ikut menolak adanya organisasi intoleran dan radikalisme masuk ke Banjarnegara.


Banjarnegara, Serayunews.com

Orator aksi damai Dika Brahmantyo mengatakan, Banjarnegara yang sudah damai ini harus tetap dijaga dan jangan sampai dirusak oleh ormas apapun yang menganut faham radikalisme.

Menurutnya, saat ini di sejumlah wilayah masih diwarnai oleh aksi intoleran maupun aksi radikalisme. Untuk itu, jika dibiarkan, maka gerakan organisasi tersebut bisa memecah belah bangsa dan merobek keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami mengajak bupati bersama masyarakat Banjarnegara untuk melawan dan menolak segala bentuk tindakan intoleran, dan kegiatan yang tidak berasaskan Pancasila,” ujarnya.

Sementara itu, orator lain Andy Castory mengatakan, dalam aksi ini ada beberapa tuntutan dari masyarakat Banjarnegara Cinta Damai. Poin yang utama adalah menolak dan menentang masuknya faham intoleran dan radikalisme masuk ke Banjarnegara. Sebab hal ini dapat merusak kesatuan dan keutuhan NKRI.

“Kami memohon bapak bupati untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keresahan masyarakat terkait faham intoleran dan radikalisme di negeri ini,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono meminta massa untuk membubarkan diri dengan tertib dan tidak melakukan aksi massa, sebab saat ini Banjarnegara masih zona merah Covid 19.

“Tolong jangan berkerumun, saya sebagai ketua tim gugus tugas Covid 19 Kabupaten Banjarnegara meminta masyarakat untuk kembali dengan tertib dan tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Terkait tuntutan massa, Bupati selaku pimpinan daerah siap untuk menjalankan amanah dan aturan yang ada. Dia juga meminta masyarakat untuk tidak merusak persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia. Sebab dasar negara ini adalah Pancasila dan UUD 45.

“Saya minta tolong kembali dengan tertib, mari kita menjaga keutuhan NKRI yang kita cintai,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini