Selasa, 24 Mei 2022

Tuntaskan Perkara Pidana dengan Restorative Justice, Kejari Cilacap Berikan Penghargaan kepada Penyidik Kepolisian

Kepala Kejari Cilacap Tri Ari Mulyanto didampingi Kasi Intel Dian Purnama dan Kasi Pidum Widi Wicaksono menyerahkan penghargaan kepada Kasat Reskrim Polres Cilacap AKP Rifeld Constantien Baba (Foto : Ulul Azmi)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap berikan pengahargaan dan apresiasi kepada penyidik kepolisian yang telah bekerja sama menuntaskan perkara pidana dengan restorative justice (keadilan restorasi) atau penyelesaian perkara secara damai.


Cilacap, serayunews.com

Penghargaan di serahkan oleh Kepala Kejari Cilacap Tri Ari Mulyanto bersama Kasi Intel Dian Purnama, Kasi Pidum Widi Wicaksono dan sejumlah jaksa, kepada Kasat Reskrim Polres Cilacap AKP Rifeld Constantien Baba dan sejumlah penyidik kepolisian dari Polsek Kesugihan, di Aula Satya Wicaksana, Kamis (20/01/2021).

Baca juga  Markas PMI Cilacap Diperiksa Badan POM Selama Dua Hari 

Kepala Kejari Cilacap Tri Ari Mulyanto mengatakan, bahwa saat ini kejaksaan sebagai pemegang dominus litis (pemilik perkara atau gugatan), namun Kejaksaan tidak bekerja sendiri dan mempunyai mitra kerja serta berkolaborasi baik dengan penyidik, kehakiman, lapas dan satker yang lain.

“Bukan ada pencintraan, memang hukum harus seperti itu, hanya payung hukumnya programnya Jaksa Agung yakni RJ, dengan Perja nomor 15 tahun 2020, tentunya Polres Cilacap mendukung sehingga tercipta RJ di Cilacap,” ujar Tri Ari Mulayanto.

Menurutnya, setelah RJ dilaunching secara nasional ada sekitar 600 perkara yang selsesai dengan RJ, sedangkan di Cilacap baru 1 perkara. Sehingga dengan acara tersebut pihaknya berharap, agar masyarakat juga memahami tentang konsep penegakan hukum, yang responsif bersifat humanis, yaitu adanya justice for all (adil untuk semuanya) dan merupakan karya bersama bukan hanya Kejaksaan saja.

Baca juga  Eks Pejabat Senior Cilacap, Heroe Harjanto Gabung Partai Golkar

Selain itu Kajari juga mengatakan, bahwa yang lakukan pihak Kejari Cilacap sebagai upaya membantu wong cilik dan meningkatkan kepercayaan publik tentang Kejaksaan.

“Kejaksaan Cilacap saat ini mengutamakan preventif untuk perkara kecil di masyarakat dan ini berguna untuk mengurangi beban kalau sampai harus ke pengadilan dan beban penjara,” ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, terdapat sejumlah syarat dalam menerapkan asas keadilan restoratif dalam suatu kasus pidana umum.

Adapun syarat tertentu dalam menghentikan penuntutan perkara dengan restorative jutice, yakni untuk perkara yang sederhana, kecil, ringan, bukan untuk perkara yang serius.

Baca juga  Hari ini Ratusan Peserta Mudik Gratis ke Cilacap, Diberangkatkan dari Jakarta

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2020 pasal 5, pelaku baru pertama melakukan tindak pidana, dan acaman pidana dibawah 5 tahun, nilai kerugian tidak lebih dari Rp 2,5 juta, serta ada kesepakatan diantara mereka dan respon baik dari masyarakat.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini