Minggu, 28 November 2021

Usai Tiga Kios di Pasar Runjang Terseret Banjir, Bupati Purbalingga Temukan Pelanggaran

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, berdiskusi dengan Kades Tunjungmuli Joko Pranoto saat meninjau lokasi kios yang terseret banjir Sungai Muli. (Amin)

Bupati Purbalingga bersama jajarannya meninjau lokasi Pasar Runjang, Tunjungmuli dimana ada tiga kios yang terseret banjir bandang, Minggu (24/10/2021) sore. Diketahui, ternyata tiga kios tersebut dibangun di atas bantaran sungai, dimana dalam aturan hal itu tidak diperbolehkan. Mengenai kondisi talut yang rusak, Pemkab akan melakukan penanganan.


Purbalingga, serayunews.com

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan, bahwa banjir bandang yang terjadi ini memang cukup besar. Akibatnya menggerus talut yang ada, sampai akhirnya berdampak ke bagian kios yang ada di atasnya.

“Kita tadi lihat lokasi dimana tiga kios yang hanyut. Ternyata dibangun di atas bantaran sungai, sesuai aturan regulasi itu tidak diperbolehkan,” kata Tiwi, Senin (25/10/2021) siang.

Oleh karena itu, pihaknya berpesan kepada Kepala Desa (Kades) Tunjungmuli, untuk mengimbau tidak membangun kios dan berjualan di bantaran sungai lagi. Tak hanya kios, pemukiman di sekitar, juga terlihat sangat mepet dengan sungai. Posisi itu jelas membahayakan, apalagi ketika melihat tebing sungai yang terus tergerus.

“Beberapa rumah penduduk juga, kondisinya membahayakan. Jadi nanti upaya penanganan, melalui kades untuk mengimbau agar tidak penjualan di bantaran sungai, dan imbauan kepada masyarakat,” katanya.

Mengenai kondisi talut dekat pasar yang rusak, lanjut Tiwi, Pemkab akan menindaklanjutinya. Penanganan jangka pendek, seperti yang diminta oleh Kades setempat yaitu pemasangan bronjong.

“Talut yang tergerus, dalam jangka pendek pasang bronjong. Jangka panjang pemasangan talud, insya allah di tahun 2022,” kata Tiwi.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Tunjungmuli Joko Pranoto, talut di dekat pasar dibangun sekitar tahun 2000-an. Sehingga, kerusakan terjadi tidak hanya semata-mata karena bencana. Namun secara usia juga sudah cukup tua.

“Dibangun sekitar tahun 2000-an, waktu itu saya masih jadi BPD (Badan Perwakilan Desa, red), jadi ya faktor umur juga,” katanya.

Joko menambahkan, bahwa sepanjang sejarah, di Sungai Muli, khususnya di area Tanjungmuli belum pernah banjir sehebat kemarin. Diprediksi, banyak faktor yang mempengaruhi. Selain karena kondisi adanya pengalihan fungsi lahan di hilir, ada juga pengendapan material di dasar sungai.

“Ini juga baru pernah seperti ini, dari dulu tidak pernah banjir besar seperti ini,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, aliran sungai di Kabupaten Purbalingga kembali meluap, setelah diguyur hujan deras, Minggu (24/10/2021). Diantaranya adalah aliran Sungai Muli, di Desa Tunjungmuli, Karangmoncol. Luapan sungai menyapu dua tiga kios, yang ada di komplek Pasar Runjang.

Kepala Desa Tunjungmuli Joko Pranoto membenarkan peristiwa tersebut. Banjir bandang mulai terjadi sekitar pukul 17.00 wib. Hal itu terjadi setelah hujan deras yang mengguyur sejak siang hari.

“Sungai Muli itu melintas di belakang Pasar Runjang, terjadi sekitar pukul 17.00 wib,” katanya, Minggu malam.

Berita Terkait

Berita Terkini