
Purwokerto, Serayunews.com
Menurut Ketua Komunitas Fotografer Banyumas (KFB), Dimas Prabowo, dia mengaku sempat mengikuti kabar viral oknum fotografer tersebut. Dia sangat menyayangkan ada orang yang mengaku sebagai fotografer, namun justru memanfaatkannya untuk memenuhi hasrat birahinya.
“Itu kan oknum, tidak semuanya, di semua komunitas bahkan institusi pasti ada oknumnya. Kami sangat menyangkan dengan adanya kejadian seperti ini, karena akhirnya banyak yang dirugikan,” ujar dia kepada serayunews.com, Jumat (12/3).
Dimas menambahkan, bahwa dirinya mengetahui oknum fotografer tersebut. Namun, tidak begitu mengenalnya, bahkan Ia memastikan bahwa oknum tersebut bukan bagian dari KFB.
“Kalau dibilang anggota dia hanya partisan saja, saat kita bikin event foto dia ada. Di kita yang anggota kebanyakan yang senior-senior, track recordnya yang jelas. Kalau ini kan kebanyakan baru 2-3 tahun main kamera, terus terjun ke fotografi,” kata dia.
Ia menyayangkan dengan adanya oknum tersebut, karena dapat merugikan banyak pihak terutama membuat presiden buruk bagi fotografer di Kabupaten Banyumas.
“Sekarang profesi fotografer kan ada banyak, ada yang khusus di weddingan saja. Mereka yang murni bekerja di situ kan otomatis kena imbasnya, mereka dapat stigma buruk dari kasus itu,” ujarnya.
Kepada para model, dirinya berpesan agar lebih berhati-hati dalam memilih fotografer, ataupun saat diajak seseorang yang mengaku sebagai fotografer yang memiliki indikasi buruk.
“Kalau sampai diminta untuk foto di tempat seperti hotel, kontrakan, rumah kost, harus berpikir 10 kali. Jika memang menjadi korban, seharusnya para model ini berani melaporkannya ke pihak berwajib,” kata dia.
Sementara itu menurut Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L Hakim, melalui Kasat Reskrim, Kompol Berry mengungkapkan, bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan apapun terkait kasus viral itu.
“Belum, sepengetahuan kami, kami belum mendapatkan laporan,” katanya.
Dari informasi yang berhasil dihimpun serayunews.com, seorang pemuda warga Purwokerto yang dikenal berprofesi sebagai fotografer diposting oleh akun twitter @fanurself, bahwa telah melakukan tindakan cabul kepada salah satu temannya. Saat itu temannya dirayu untuk menjadi model, kemudian dipaksa untuk ditiduri.