Kamis, 7 Juli 2022

Wacana Penghapusan Pegawai Honorer Bikin Guru Wiyata Bakti di Banyumas Was-was, Begini Tuntutan Mereka

Perwakilan guru honorer mendatangi pejabat Pemkab Banyumas, Jumat (24/6/2022). foto: shandi

Sejumlah perwakilan guru honorer atau wiyata bakti di Kabupaten Banyumas, mendatangi pejabat Pemkab Banyumas di Pendapa Si Panji untuk mendesak penambahan formasi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Jumat (24/6/2022). Desakan tersebut karena ada wacana pemerintah bakal menghapus pegawai honorer.


Purwokerto, serayunews.com

Pada kesempatan tersebut, Koordinator Forum Guru dan Tenaga Kependidikan Wiyata Bakti Banyumas (FGTKWB), Asri Pamungkas Ningsih memberi penjelaskan. Kedatangan mereka untuk beraudiensi dengan Pemkab Banyumas agar mau mendengar aspirasi mereka. Para guru honorer berharap, Banyumas bisa membuka formasi PPPK sebanyak-banyaknya.

Baca juga  Diduga Korsleting Listrik, Gudang Makanan Ringan di Wiradadi Sokaraja Terbakar

“Kita teman-teman yang sudah lolos passing grade, memohon kepada daerah untuk menambah formasi itu sebanyak-banyaknya,” katanya.

Masih menurut Asri, untuk tahun 2022 ini baru ada 76 tenaga kependidikan yang statusnya PPPK. Namun demikian, tenaga kependidikan yang menjadi PPPK merupakan gabungan dari sisa formasi tahun 2021 sebanyak 26 dan 50 usulan formasi tahun 2022.

“Kami berharap dari 1.967 wiyata bakti yang telah lolos passing grade pada tahun 2021, bisa menjadi PPPK,” ujarnya.

Sekertaris Daerah (Setda) Kabupaten Banyumas, Wahyu Budi Saptono menjelaskan, jika harus mengangkat 1.967 guru wiyata bakti yang sudah lolos passing grade, anggaran akan sangat tinggi. Sedangkan anggaran yang ada di Pemkab Banyumas, saat ini sangat terbatas.

Baca juga  Balik Nama Sertipikat Tanpa Sepengetahuan, Pemilik Tanah di Karanglewas Gugat Kantor Pertanahan Banyumas

“Ada beberapa opsi, nanti kami meminta yang sudah lolos passing grade tidak perlu test lagi untuk tahun berikutnya. Jadi kalau sekarang baru 100 atau 200, diambil yang tertinggi dulu. Tahun besok sisanya lagi, bertahap-tahap sampai 1.967 terangkat semua,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini