Selasa, 6 Desember 2022

Waduh! Banyumas Dalam Ancaman Krisis Regenerasi Petani

Ilustrasi petani. (Sumber sasint/pixabay.com)

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan) menyatakan, Banyumas berada dalam ancaman krisis regenerasi petani. Jumlah petani muda di Banyumas, sangat minim dibandingkan pekerjaan lainnya. Padahal pertanian merupakan faktor penting untuk mendukung ketahanan pangan.


Purwokerto, serayunews.com

Admin Kartu Tani Dinpertan Banyumas, Imam Sutikno menjelaskan, dari catatannya pada tahun 2022 ini ada 107.500 petani yang terdaftar dan memili kartu tani. Namun, untuk usianya pun sudah terbilang tak lagi muda.

“Banyak yang usianya di atas 60 tahun, faktornya saya kurang tahu kenapa,” ujar dia, Jumat (11/1/2022).

Imam menambahkan, padahal di zaman yang modern saat ini dibutuhkan para petani milenial. Bukan tanpa alasan, karena untuk mendukung era modern banyak sistem yang memanfaatkan teknologi dalam pendaftaran maupun penginputan data yang berhubungan dengan pertanian.

“Idealnya ada petani milenial, karena terkadang yang sudah usia lanjut kesulitan untuk memanfaatkan teknologi,” kata dia.

Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh dinas, seperti melalui karang taruna dan berbagai program lainnya mencoba merekrut petani milenial. Mereka berusaha mencari serta memberikan penyuluhan, kepada pemuda-pemudi yang ada di Kabupaten Banyumas. Hasilnya, beberapa petani melenial mulai direkrut hingga akhirnya bisa menjadi petani yang terdaftar.

Berita Terpopuler

Berita Terkini