
SERAYUNEWS-Cuaca ekstrem masih terus terjadi belakangan ini, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Untuk itu, masyarakat diminta untuk selalu waspada terkait adanya potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan, Provinsi Jawa Tengah masih berada pada periode puncak curah hujan. Bahkan, potensi hujan di Jawa Tengah pada Februari hingga Maret 2026 masih tinggi.
Hal ini terungkap dalam rapat bersama Komisi V DPR RI dan Menteri Perhubungan di kompleks kantor Gubernur Jateng terkait persiapan arus mudik Lebaran 2026. Terlebih akibat cuaca ekstrem ini, banyak bencana yang terjadi di Jawa Tengah dan saat ini masih dalam masa penanganan.
“Jadi kita harus siap ketika mudik lebaran nanti, di Jawa Tengah akan terjadi banyak hujan,” ujar Faisal, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, wilayah tengah dan pegunungan Jawa Tengah berpotensi mengalami hujan menengah hingga tinggi. “Maret dan April ini, Jawa Tengah khususnya di bagian tengah dan pegunungan, curah hujannya ini menengah sampai tinggi,” katanya.
Terkait dengan langkah mitigasi yang dilakukan, Jawa Tengah telah berupaya dengan melakukan modifikasi cuaca di wilayah Jawa Tengah. “Kita lakukan tanggal 15 Januari dan diakhiri 3 Februari yang lalu, dengan 148 penerbangan pengurangan curah hujan hingga 42,95 persen,” ujarnya.
Kendati tak menghentikan hujan secara langsung, Faisal mengatakan, langkah ini diharapkan bisa mengurangi potensi kebencanaan hidrometeorologi. BMKG juga membuka opsi langkah lanjutan apabila diperlukan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, melihat potensi cuaca ekstrem yang masih terjadi di Jawa Tengah, dirinya meminta semua masyarakat untuk selalu waspada, termasuk pada pemudik yang akan melintas di Jawa Tengah.