Minggu, 28 November 2021

Waspada Musibah di Musim Hujan, Pemkab Banjarnegara Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Banjarnegara. (Maula)

Sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap bencana pada musim penghujan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama dengan unsur terkait melakukan gelap apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di halaman Pendapa Dipayudha Banjarnegara, Selasa (9/11/2021).


Banjarnegara, serayunews.com

Dalam apel kesiapsiagaan, semua personel yang meliputi unsur Camat, TNI-Polri, BPBD Banjarnegara, Relawan, SAR Banjarnegara, Damkar Banjarnegara , PMI Banjarnegara, serta Dinas Kesehatan Banjarnegara.

Plh. Bupati Banjarnegara Syamsudin mengatakan, bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan parameter meteorologi seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin. Mulai dari banjir, angin puting beliung, longsor, abrasi, hingga gelombang pasang. Kerawanan tersebut bertambah seiring dengan masuknya musim penghujan.

“Banjarnegara merupakan wilayah yang rawan bencana dengan potensi bencana yang sangat beragam. Mulai dari erupsi gunung api Dieng, gempa bumi, tanah longsor, angin kencang, kebakaran hutan, hingga banjir,” katanya.

Untuk itu, kewaspadan dan kesiapsiaggaan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya bencana harus kita tingkatkan. Salah satunya adalah melalui Apel Kesiapsiagaan Bancana yang dilaksanakan pada hari ini.

Apel ini juga menjadi momentum yang tepat bagi pelaksanaan penanggulangan bencana untuk melakukan sinergi dan konsolidasi semua unsur Pemda, TNI, Polri, dunia usaha, dan semua relawan Banjarnegara.

“Apel ini merupakan bentuk tanggung jawab kita bersama dalam memberikan rasa aman dalam upaya mengurangi resiko bencana pada masyarakat terutama masyarakat yang hidup didaerah rawan bencana,” katanya.

Menurutnya, bencana alam merupakan sesuatu yang sulit diprediksi. Namun semua bisa melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak yang akan timbul dari bencana tersebut.

“Apel ini untuk meningkatkan kesaradaran dan gotong royong seluruh elemen menyikapi terhadap bencana yang juga menjadi ancaman bagi stabilitas pemerintah daerah maupun nasional,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini