Kamis, 21 Oktober 2021

Wisatawan Membludak Saat Libur Lebaran, Kepala Satpol PP Cilacap: Belum Temukan Pelanggaran

bulan ramadhan, mudik lebaran, larangan mudik, tempat wisata, hiburan malam, serayunews, serayu news, berita terkini, berita hari ini
Kepala Satpol PP Cilacap, Yuliaman Sutrisno (dok)

Tempat wisata di Cilacap dipenuhi para pengunjung saat momen libur Lebaran lalu. Namun, Satgas menilai situasi di tempat wisata masih bisa dikendalikan karena rata-rata pengelola tempat wisata patuh dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, serta pengawasan maksimal di pos terpadu.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Satpol PP Cilacap, Yuliaman Sutrisno menyampaikan, pihaknya bersama Tim Satgas sudah bergerak maksimal dengan mengerahkan seluruh personel yang ditempatkan di pos terpadu yang berada di tempat wisata.

“Memang puncaknya pas Minggu kemarin, wisatawan meningkat. Memang kita menerjunkan pasukan terpadu secara penuh. Warga yang berwisata sudah kita imbau terus. Di masing-masing objek wisata kita juga punya pos terpadu yang selalu mengingatkan untuk selalu pakai prokes,” ujar Yuliaman, Selasa (18/05).

Menurut Yuliaman, meski kunjungan wisata meningkat, pihaknya tidak menutup tempat wisata pada momen Lebaran lalu. Sebab, dia menilai protokol kesehatan sudah diterapkan dengan baik.

“Situasi bisa teratasi semisal antre mereka bisa jaga jarak dan masih nurut. Kebanyakan di tempat ruang terbuka yang luas, sehingga masih memungkinkan untuk jaga jarak, sejak kemarin tidak ada (tempat wisata) yang ditutup. Ketika siang atau sore juga sudah berangsur sepi,” ujarnya.

Yuliaman menambahkan, sejumlah tempat wisata yang ramai seperti Pantai Teluk Penyu, Sodong, Widarapayung, Jetis, Kemit Forest, Rawa Delik, Pesona Serayu dan tempat lain yang terus dipantau oleh Tim Satgas gabungan dari berbagai unsur seperti TNI Polri, Satpol PP, Dishub dan unsur lain.

Selain itu, pihaknya menilai sejauh ini belum ada pelanggaran dari pengelola tempat wisata, mereka dianggap masih mematuhi penerapan protokol kesehatan.

“Mereka masih patuh prokesnya, misal jam tiga sudah mulai ditutup, dan pengunjung berangsur keluar dari objek wisata tersebut, mudah-mudahan tidak ada penularan Covid,” ujarnya.

Sementara itu, sejak diberlakukan larangan mudik, pihaknya berhasil mendeteksi sebanyak 13 ribu pemudik yang sudah telanjur ada di tempat (masuk Cilacap). Ia juga mengimbau dan berkoordinasi dengan desa agar peran jogo tonggo, satgas kecamatan ikut memantau mereka, serta ketika kembali ke tempat bekerja dalam kondisi sehat dengan melakukan rapid antigen.

“Selanjutnya kita kembali penegakan prokes, juga melaksanakan operasi rutin sambil mengoptimalkan PPKM mikro di tingkat desa dan kelurahan hingga ke RT RW,” ujar Yuliaman.

Berita Terkait

Berita Terkini