Home Blog

Tabrak Motor dan Pagar Masjid, Mobil Brio Berisi 2 Pasang ABG Ringsek

0
Honda Brio Tabrak Motor dan Pagar Masjid

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Mobil Honda Brio dan motor Suzuki Smash, dini hari tadi terlibat kecelakaan di jalan Gatot Subroto. Mobil yang ditumpangi dua pria dan dua perempuan abg itu mengalami kerusakan parah karena menabrak tiang listrik dan pagar sebuah masjid. Begitu juga motor Suzuki Smash yang juga mengalami kerusakan cukup parah.

Honda Brio Tabrak Motor dan Pagar Masjid

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cilacap, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi menjelaskan, kejadian itu bermula saat motor Suzuki Smash bernomor polisi R 4595 DE dan Honda Brio berplat nomor R 8884 FB melaju bersamaan dari arah utara ke selatan. Sesampainya di TKP, mobil yang dikendarai Danang (24) warga Desa Jeruklegi Kecamatan Jeruklegi tiba tiba menabrak motor yang dikendarai Derajat (27) warga Desa Maos Kidul Kecamatan Maos.

Didalam mobil Honda Brio berisi tiga penumpang, diantaranya Sigit Prayogi (25) warga Desa Jeruklegi Kecamatan Jeruklegi, Tuti Sri Wahyuni (16) dan Sefira (17) keduanya warga Kelurahan Kebonbaru Kecamatan Cilacap Selatan.

“Kejadiannya sekitar pukul 01.00 WIB, tepatnya di sekitar kantor Cabang BNI Cilacap. Kedua kendaraan melaju dari arah yang sama, mobil menabrak motor tersebut dari belakang,” jelasnya, Selasa (3/10/2017).

Akibat tabrakan itu, kata dia, motor Suzuki Smash terpental. Sementara Honda Brio oleng ke kiri menabrak tiang telepon dan pagar masjid yang berada di sekitar TKP. Pengendara sepeda motor, langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan karena menderita luka dibagian kaki. Sementara pengemudi Honda Brio dan tiga penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan. Satlantas Polres Cilacap yang mendapat laporan kejadian itu, langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Petugas langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi kedua kendaraan. Penyebab terjadinya kecelakaan masih dalam penyelidikan. Begitu juga dengan indikasi pengemudi mabuk, kami masih mendalami,” ungkapnya.

Celeng Bertubuh Besar Ngamuk di Rumah Warga

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Seekor babi hutan atau yang biasa disebut celeng, tiba tiba masuk ke rumah salah satu warga. Peristiwa yang menggegerkan warga Dusun Kedondong, Desa Patimuan Kecamatan Patimuan itu terjadi pada Sabtu (30/9/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Polisi terpaksa melumpuhkan babi hutan yang berkisar seberat 70 kg diangkat ke atas mobil Patroli Polsek Patimuan kemudian dibawa ke Mapolsek.

Kapolsek Patimuan Polres Cilacap, Iptu Ismiyadi mengungkapkan, kejadian itu membuat panik warga sekitar. Pasalnya, babi hutan itu mengamuk. Sejumlah pria dewasa sempat berusaha menangkap babi hutan bertubuh besar itu. Namun, tidak ada yang berhasil.

“Warga ketakutan, dikarenakan babi hutan mengamuk didalam rumah. Sempat dipukuli oleh warga tetapi babi hutan belum berhasil dilumpuhkan,” ujarnya.

Warga, kata dia, kemudian meminta bantuan pihak Kepolisian dari Polsek Patimuan. Beberapa saat kemudian, anggota Polsek Patimuan datang dengan membawa senapan menuju ke lokasi. Babi hutan tersebut akhirnya bisa dilumpuhkan dengan timah panas.

“Anggota terpaksa menembak babi hutan tersebut karena hewan liar itu sangat membahayakan warga. Dibantu beberapa warga, babi hutan yang beratnya berkisar 70 kg diangkat ke atas mobil Patroli Polsek Patimuan kemudian dibawa ke Mapolsek,” katanya.

Menurutnya, babi hutan tersebut diperkirakan berasal dari perkebunan atau hutan yang berada di Jawa Barat. Babi hutan tersebut mencari sumber makanan kemudian tersesat ke pemukiman warga.

Aliansi Kebhinekaan Sampaikan Tuntutan Panca Seruan Kebangsaan

0
Aliansi Kebhinekaan Sampaikan Tuntutan Panca Seruan Kebangsaan

JAKARTA,SERAYUNEWS.COM-Aliansi Kebangsaan Organisasi Kepemudaan (OKP) menilai, berbagai isu yang menyebar kini dinilai akan merusak dan merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu disampaikan sejumlah OKP di Cipayung dalam jumpa Persnya pada Kamis (28/9/2017).

Aliansi Kebhinekaan Sampaikan Tuntutan Panca Seruan Kebangsaan

Dalam kegiatan itu sejumlah OKP lintas agama diantaranya, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHIS) berkomitmen menjaga keutuhan NKRI.

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Herlambang mengungkapkan, melihat situasi politik bernegara akhir-akhir ini terlihat kurang begitu kondusif dan menimbulkan beberapa potensi ancaman, baik dari eksternal ataupun internal. Khususnya dari dalam negeri, dimana Negara saat ini rentan disusupi faham dan ideologi radikal yang sejauh ini terlihat liar.

“Hal itu berpotensi melawan pemerintah, dimana mereka secara terang-terangan menolak Pancasila sebagai ideology negara yang sudah final,” katanya.

Agus mengatakan, akhir-akhir ini muncul kembali isu kebangkitan PKI yang sengaja dihembuskan di tengah masyarakat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, dimana isu PKI bisa membangkitkan luka lama dan berpotensi menimbulkan disharmonis dalam masyarakat

“Padahal kita sudah sama-sama memahami, mengetahui dan bahkan menjalankan rekonsiliasi secara alamiah antar anak bangsa,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia Apapun itu bentuk kelompok, golongan, dan organisasi yang mengarah kepada bentuk penyebaran paham dan ideologi yang merongrong keutuhan NKRI serta merusak tatanan kehidupan sosial bangsa Indonesia yang sejuk di tengah kemajemukan, wajib untuk ditindak dan dibubarkan karena tidak sesuai dengan identitas kebangsaan kita yang plural.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam aspek penguatan Perppu, pihaknya bersama sejumlah OKP yang hadir pada saat itu mendorong segenap pihak dan elemen, khususnya DPR RI dengan kewenangannya untuk segera membahas, menyepakati dan mengesahkan Perppu Ormas. Jangan sampai DPR sebagai salah satu lembaga tinggi Negara ditekan dan diintervensi oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menolak pengesahan Perppu Ormas.

“Perpu Ormas dianggap penting karena menyangkut keberlangsungan, eksistensi dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Ia menambahkan, perppu Ormas harus didukung penuh untuk difungsikan sebagai pencegahan awal bertumbuh kembangnya faham dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Aliansi Kebhinekaan menyerukan, mendorong dan mendukung penuh pemerintah untuk konsisten dan tegak lurus menjalankan Perppu Ormas untuk menindak tegas ormas-ormas yang berfaham kontra dengan Pancasila, baik itu komunis maupun Ormas yang mengatasnamakan agama tertentu.

Aliansi Kebhinekaan juga meminta pemerintah untuk menegakkan supremasi hokum di tengah derasnya isu politisasi dan keberpihakan hukum yang sejauh inicenderung tebangpilih. Pemerintah wajib menempatkan hukum sebagai instrumen fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Momentum Hari Tani Nasional (HTN) diharapkan agar Pemerintah tidak melupakan pentingnya bidang pertanian, kesejahteraan petani dan terus memberikan perhatian ekstra kepada sector agraris mengingat potensi pertanian kita amatlah luar biasa guna mencapai swasembada pangan dan mensejahterakan Petani.

Aliansi Kebhinekaan mengemukakan Panca Tuntutan, diantaranya :

  1. Mendorong Pemerintah menjalankan Perppu No. 2 tahun 2017 tentang ORMAS
  2. Tegakkan Supremasi hukum
  3. Agar seluruh elemen masyarakat Indonesia dan pemerintah bersama-sama menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan Nasional sebagai identitas bangsa & negara Indonesia yang majemuk.
  4. Menghimbau kepada masyarakat untuk kritis terhadap lalu lintas isu dan arus informasi agar tidak cepat terhasut dan terprovokasi
  5. Pemerintah memperhatikan sektor pertanian demi meningkatkan kesejahteraan petani dan swasembada pangan serta laksanakan reforma agrarian sejati.

101 Warga Widarapayung Gugat Perusahaan Tambak Udang

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Sebanyak 101 warga Desa Widarapayungkulon Kecamatan Binangun menggugat sebuah perusahan tambak udang yang berada Desa Widarapayung Kulon. Gugatan yang dilayangkan Pengadilan Negeri Cilacap. Melalui kuasa hukum ratusan warga ini, gugatan tersebut didaftarkan ke PN Cilacap pada Kamis (28/9/2017), dengan nomor 66/pdt.g/2017/pn.clp.

gugatan
Kuasa Hukum 101 Warga Widarapayung Kulon Kecamatan Binangun, Edi Sarwono SH menunjukan surat gugatan warga

Kuasa Hukum para warga, Edi Sarwono SH menjelaskan, gugatan tersebut terkait lahan TNI AD yang sebelumnya dimanfaatkan warga, kini digunakan PT Lautan Mas Jaya untuk usaha tambak udang. Sebanyak 101 warga tersebut seharusnya sudah menerima kompensasi lahan garapan dari PT Lautan Mas Jaya sebesar Rp 5 juta per warga. Hal itu berdasarkan hasil kesepakatan pertemuan yang digelar pada Juni 2017 lalu, antara warga manajeman perusahan.

“PT Lautan Mas Jaya dinilai wanprestasi atau ingkar janji. Surat gugatan sudah secara resmi teregistrasi di PN Cilacap, Kamis (28/9/2017),” jelasnya.

Pengacara dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Widjaya Kusuma ini mengatakan, gugatan secara perdata itu dilayangkan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Sebanyak 103 warga sebelumnya mengolah lahan milik TNI AD seluas 25 hektar. Pada Mei 2015, perusahan tersebut selaku tergugat mengambil alih lahan yang menjadi sumber penghasilan para penggugat.

Kemudian pada Kamis tanggal 8 Juni 2017, terjadi musywarah antara warga dengan perusahaan. Dalam pertemuan itu juga dihadiri Kepala Desa Widarapayung Kulon Kecamatan Binangun. Dalam kesepakatan tersebut, perusahan akan memberikan kompensasi ganti rugi panenan per lahan atau per bidang sebesar Rp 5 juta per tahun, yang akan dibayarkan Juni 2017. Namun sampai dengan saat ini perusahaan belum membayarkan.

“Dalam Pasal 1338 KUH Perdata yang menyebutkan, Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi
yang membuatnya,” jelasnya.

Sejumlah warga, kata dia, telah melalukan upaya diantaranya mengirimkan surat teguran dan juga somasi kepada perusahan. Hal tersebut bertujuan untuk mengingatkan dan memita agar perusahan melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian. Tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Saya ditunjuk sebagai kuasa hukum atas 101 warga untuk mengawal kasus ini. Dalam gugatan itu terlampir semua tanda tangan dan cap jari warga, notulen pertemuan dan daftar hadir muswarah antara warga dan perusahan. Semua ada salinannya,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak manajeman PT Lautan Mas Jaya yang dihubungi wartawan pada Kamis (28/9/2017) sore belum bisa menanggapi lebih lanjut. Aseng, salah satu pihak manajeman PT Lautan Mas Jaya yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan masih belum mengetahui gugatan tersebut.

“Saya belum mengetahui dan belum bisa menangggapi,” jelasnya.

Di Jalan Kendeng, Jasad Pria Paruh Baya Tergeletak di Ruang Makan

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Seorang pria paruh baya ditemukan tak bernyawa di rumahnya yang berada di Jalan Kendeng Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap Tengah. Saat ditemukan warga, kondisi jasad tersebut bersimbah darah yang berceceran di lantai. Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto melalui Kasubaghumas AKP R Bintoro Wasono menjelaskan, jasad korban yang ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB, pada Rabu (27/9/2017) siang itu diketahui bernama Benyamin Pattimasarame alias Igut (50).

Kejadian itu bermula saat sejumlah pekerja bangunan yang berada di sekitar rumah korban mendapati bau tidak sedap. Sejumlah pekerja bangunan yang berada dilokasi diantaranya Edi Prasetyo (21) dan Suprayitno (24). Keduanya warga Desa Magelung Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal. Kepada petugas, Edi yang saat itu melintas di lokasi mencium bau tidak sedap disekitar rumah korban yang berada di Jalan Kendeng No 161 Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap Tengah.

“Awalnya ada dua pekerja bangunan yang mencium bau yang sangat menyengat,” jelasnya, Rabu (27/9/2017) petang.

Keduanya, kata dia, kemudian mencari sumber bau disekitar lokasi. Setelah ditelusuri, bau tidak sedap itu kian menyengat dirumah korban. Penasaran, mereka mengintip melalui tembok rumah korban. Ternyata, pintu bagian belakang rumah korban dalam kondisi terbuka. Sementara kondisi korban tergeletak di lantai ruang makan. Mengetahui hal itu, kedua pekerja bangunan itu memberitahu warga sekitar.

“Warga sekitar kemudian memberitahu ketua RT setempat kemudian diteruskan melapor ke Polsek Tengah,” katanya.

Bintoro mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga, sejumlah polisi dari Polsek Tengah dan Polres Cilacap mendatangi lokasi. Petugas langsung melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi. Sementara jasad korban dibawa ke RSUD Cilacap untuk divisum. Dari pemeriksaan para saksi, olah TKP serta visum dokter, tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena menderita sejumlah penyakit dalam. Diantaranya jantung dan paru paru.

“Korban tinggal sendiri dirumah, sementara istrinya berada di Yogyakarta. Korban diperkirakan telah meninggal lebih dari lima hari. Pihak keluarga meminta tidak dilakukan otopsi lebih lanjut,” ungkapnya.

 

Video Kereta Baru Cilacap Jogja Solo

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Setelah berhenti beroperasi sejak 2011 lalu, Kereta Api dari Cilacap dengan tujuan Yogja kembali dioperasikan. Dengan rangkaian gerbong baru buatan anak negeri dibawah PT Industri Kereta Api (Inka), PT KAI (Persero) resmi meluncurkan KA Wijaya Kusuma pada Selasa (26/9/2017) siang. Pemberangkatan perdana KA dengan 11 gerbong itu diawali dengan penyiraman air dari kendi pada bagian depan lokomotif oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro, Ketua DPRD Cilacap Taswan, dan Kepala PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Dwi Erni Ratnawati di Stasiun Cilacap.

Kereta Wijaya Kusuma Berangkat Perdana

0
kereta wijaya kusuma

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Setelah berhenti beroperasi sejak 2011 lalu, Kereta Api dari Cilacap dengan tujuan Yogja kembali dioperasikan. Dengan rangkaian gerbong baru buatan anak negeri dibawah PT Industri Kereta Api (Inka), PT KAI (Persero) resmi meluncurkan KA Wijaya Kusuma pada Selasa (26/9/2017) siang. Pemberangkatan perdana KA dengan 11 gerbong itu diawali dengan penyiraman air dari kendi pada bagian depan lokomotif oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro, Ketua DPRD Cilacap Taswan, dan Kepala PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Dwi Erni Ratnawati di Stasiun Cilacap.

Kereta tersebut akan membawa menuju Yogyakarta dan pada jam-jam tertentu menuju Solo pulang pergi. Rangkaian KA Wijayakusuma menggunakan kereta premium terbaru buatan PT Inka yang terdiri atas 11 kereta, yakni delapan kereta ekonomi (K3) masing-masing berkapasitas 80 orang, satu kereta makan dan pembangkit, serta dua K3 khusus difabel masing-masing berkapasitas 64 orang.

Dilihat dari dalam kondisi gerbong, terdapat dua kursi penumpang yang di tiap sisi gerbong. Meski satu gerbong berkapasitas 80 orang, tetapi jarak antara masing masing kursi masih terasa longgar. Sehingga posisi duduk penumpang terasa nyaman. Pada masing-masing kursi tersebut, tersedia stop kontak untuk mengisi ponsel atau smartphone. Pendingin udara dalam gerbong juga terasa sejuk. Ini Jadwal Kereta Wijaya Kusuma, Cilacap Jogja

Baca Juga : Pekan Depan, Kereta Wijaya Kusuma tujuan Cilacap Jogja Resmi diluncurkan

Berikut Video Peluncuran Kereta Wijaya Kusuma Relasi Cilacap Jogja

Kasus Pengroyokan Angkutan Online, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Satuan Reserse Kriminal Polres Cilacap menetapkan lima tersangka dalam kasus penganiyaan dan pengrusakan dengan korban sopir angkutan online yang terjadi pada Sabtu (23/9/2017). Peristiwa itu terjadi di dua tempat berbeda. Yaitu di jalan Gatot Subroto atau disekitar RSUD Cilacap dan di Terminal Cilacap. Pengemudi GoJek dipukuli dan ditusuk di terminal Cilacap. Empat korban lainnya mengalami luka di beberapa bagian tubuh akibat dipukuli para pelaku. Sementara mobil milik pengemudi Go Car, mengalami kerusakan dibagian kaca depan dan belakang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat sopir angkutan online menerima pesanan dari dua orang pada Sabtu (23/9/2017). Sopir yang enggan disebutkan namanya demi keselamatan itu menjemput dua penumpang di depan Hotel Atrium. Kedua penumpang itu memesan melalui aplikasi Go Jek dengan tujuan Stasiun Kroya. Setelah sopir menjemput kedua penumpangnya, mobil melalu meninggalkan lokasi melalui jalan S Parman kemudian Jalan Gatot Soebroto. Sesampainya di depan RSUD Cilacap, kedua penumpang itu meminta menghentikan mobil dengan alasan untuk membeli buah.

Sopir tersebut kemudian mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu sinyal kiri tanda akan berhenti. Sebelum kendaraan berhenti, salah satu pelaku diduga mencekik pelapor dari belakang secara refleks menarik rem tangan lalu terjadi pemukulan. Sopir angkutan online itu, kemudian mengunci pintu mobil namun pelaku berusaha membuka pintu agar sopir keluar. Sementara beberapa orang yang berada di luar mobil berwarna merah itu, melakukan pengrusakan kaca depan dan belakang. Lalu sopir tersebut melepas sabuk pengaman dan menendang pintu agar pelaku di sebelah pintu pengemudi menjauhi pintu.

Sopir tersebut kemudian berlari ke arah jalan lawu. Disaat bersamaan sopir tersebut diteraiki maling oleh pelaku. Sementara mobil berplat nomor R 9270 GK digulingkan ke arah samping. Ternyata sopir kembali ke depan toko meubel karena tidak terima di teriaki maling. Namun masyarakat mencoba mengamankan sopir hingga menunggu anggota polisi mendatangi TKP. Atas kejadian itu, sopir bersama paguyuban pengemudi angkutan online melapor ke Polres Cilacap.

Selesai melapor, para pengemudi GoJek pulang melalui terminal Cilacap. Saat di Terminal Cilacap, beberapa orang yang berada di Terminal diduga memprovokasi dan menjelek-jelekan GoJek. Beberapa pengemudi GoJek kemdian mendekat ke terminal. Keteganganpun terjadi antara pengemudi Gojek dan beberapa orang yang berada di Terminal.
Saat para pengemudi Gojek pamitan dan akan pergi, beberapa orang yang berada di Terminal tiba-tiba menyerang dan memukuli pengemudi Gojek.

Salah satu pengemudi Gojek yang diduga menjadi korban pemukulan, lari menyelamatkan diri ke arah toko pakaian. Ternyata para pelaku yang diperkirakan berjumlah 10 orang itu tetap mengejar dan memukuli korban saat bersembunyi di ruang ganti toko yang tak jauh dari Terminal Cilacap.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cilacap AKP Agus Supriadi

Kepala Satreskrim Polres Cilacap AKP Agus Supriadi menjelaskan, sebanyak lima orang pelaku yang telah menjalani pemeriksaan telah ditetapkan tersangka. Mereka diantaranya, berinisial S (41), M (34), SP (18), MM (23) dan KS (33). Kelima orang tersebut diduga melakukan penganiyaan terhadap para korban.

“Setelah menjalani pemeriksaan, Kami tetapkan lima tersangka. Peran mereka sama, melakukan penganiyaan atau pemukulan terhadap korban,” jelasnya kepada serayunews.com, Senin (25/9/2017).

Sementara terkait pelaku penusukan, kata dia, polisi masih melakukan penyidikan dan pengejaran terhadap pelaku.

 

Buntut Ricuh, Gojek Cilacap Dilarang Beroperasi

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Polres Cilacap bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cilacap menegaskan kemblai pelarangan operasional transportasi online. Hal itu sebagai imbas menyusul peristiwa ricuh antara sopir angkutan online dengan sopir konvesional yang terjadi pada Sabtu (23/9/2017) lalu. Sementara, dua kasus penganiyaan dengan korban sopir angkutan online di dua tempat berbeda yaitu di Terminal Cilacap dan di sekitar RSUD Cilacap kini ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilacap.

Gojek Cilacap, Polres Cilacap
Wakapolres Cilacap Kompol Harry bersama Kepala Dishub Cilacap Tulus Wibowo dan Kasatlantas Cilacap AKP Ghifar usai pertemuan Forum Transportasi Cilacap

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Polres Cilacap Kompol Hary Ardianto SH SIK MH, usai pertemuan antara perwakilan pengusaha angkutan (Organda) Cilacap, perwakilan manajeman angkutan online dan sejumlah sopir angkutan konvesional yang digelar di Aula Rupatama Polres Cilacap. Dalam kegiatan tersebut hadir juga Dinas Perhubungan Cilacap, Dinas Kominfo, Satpol PP serta Bagian Hukum Setda Cilacap.

Hary menjelaskan, aturan yang mengatur tentang transportasi online saat ini belum diperbolehkan. Hal itu tindak lanut dari Peraturan Mentri Perhubungan (Permenhub) no 26 yang saat ini ada pencabutan beberapa pasal. Salah satunya yang mengatur transportasi online. Sehingga sesuai dengan aturan tersebut transportasi online belum diperbolehkan beroperasi. Pihaknya beserta peserta rapat koordinasi tersebut masih menunggu putusan dari MA terkait perijinan transportasi online.

“Penganiyaan dan penggroyokan yang terjadi di dua TKP, dari hasil penyelidikan dipicu dari persoalan angkutan online. Jadi kita ambil dari jalan tengah, kita tidak perbolehkan angkutan online beroperasi dulu sampai dengan nanti ada peraturan baru lagi,” jelasnya.

Terkait dengan pengawasan, kata dia, Satlantas Polres Cilacap bekerjasama dengan Dishub Cilacap akan bekerja sama untuk menggiatkan razia. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut memberikan informasi apabila ada angkutan online yang tetap beroperasi. Hal itu demi menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Cilacap.

“Jika nanti di lapangan masih kami temukan, akan Kami tindak tegas bekerja sama dengan Dishub,” ungkapnya.

Seperti diketahui, seorang sopir angkutan online dan beberapa pengemudi ojek online menjadi korban penganiyaan pada Sabtu (23/9/2017) lalu. Salah satu korban dalam kejadian itu mengalami luka tusuk dibagian pantat. Sebuah mobil milik sopir angkutan online juga dirusak beberapa pelaku.

Koramil Maos Gelar Nobar Film G 30 SPKI

0
Danramil Maos
Danramil 07 Maos, Kapten Infanteri Sidin gelar Nobar G30 SPKI di Stasiun Maos
CILACAP-Koramil 07 Maos kembali akan menggelar nonton bareng film G 30 SPKI di Kecamatan Sampang, Sabtu (29/9/2017) mendatang. Danramil 07 Maos, Kapten Inf Sidin mengatakan, ratusan warga di Kecamatan Maos antusias menyaksikan pemutaran film G 30 SPKI yang digelar di Lapangan depan Stasiun Maos pada Sabtu (23/9/2017) malam. Dari anak anak, remaja hingga para orang tua terlihat memadati lokasi hingga ke sebagian jalan raya. Kegiatan nonton bareng itu digelar Koramil 07 Maos.
“Tingginya permintaan dan antusiasme masyrakat, membuat pemutaran film yang sebelumnya digelar di Maos nanti tayang kembali di Sampang atas permintaan sejumlah tokoh masyrakat dan beberapa perwakilan ormas,” ungkapnya.
Danramil Maos
Danramil 07 Maos, Kapten Infanteri Sidin gelar Nobar G30 SPKI di Stasiun Maos

Awalnya, kata dia, kegiatan tersebut ditujukan kepada para prajurit dan pegawai negeri sipil beserta keluarga. Namun, kegiatan tersebut akhirnya terbuka untuk umum atas permintaan dari sejumlah tokoh masyarakat, berbagai ormas serta para kepala desa di Kecamatan Maos.

“Koramil Maos meliputi 2 Kecamatan, yaitu Maos dan Kecamatan Sampang. Tadinya mau dijadikan satu tetapi, karna ada permintaan dari warga dan juga para Kades di Kecamatan Sampang, film itu diputar lagi minggu depan,” ungkapnya
Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan nonton bareng yang digelar Koramil, tidak ada penolakan dari siapa pun. Justru masyarakat antusias, terlihat dari banyaknya warga yang datang ke lokasi.
“Tujuan pemutaran film tersebut agar warga besar Kopassus memahami sejarah kelam bangsa Indonesia pada peristiwa pengkhianatan pada 30 September 1965,” jelasnya.
Pemutaran film selama lebih dari tiga jam itu, sempat terhenti karena gerimis. Sebagian warga meninggalkan lapangan, sebagian lainnya masih tetap bertahan.
“Karena sempat hujan, tadinya mau dihentikan. Tapi setelah mereda, masyarakat tetap meminta film tersebut dilanjutkan,” pungkasnya.