
SERAYUNEWS — Sebanyak 1.282 jemaah calon haji asal Kabupaten Cilacap dipastikan telah berada di Arab Saudi dan mulai menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), Selasa (26/5/2026).
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cilacap memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap mengikuti rangkaian ibadah utama haji yang menjadi puncak pelaksanaan rukun Islam kelima.
Kepala Kantor Kemenhaj Cilacap, Banu Tolib mengatakan seluruh jemaah asal Cilacap saat ini tengah bersiap menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.
Setelah menjalani wukuf, para jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah dan Mina untuk menjalankan mabit serta lempar jumrah.
“Sesuai jadwal, pagi langsung menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf. Setelah itu malam harinya bergerak ke Muzdalifah dan keesokan harinya menuju Mina untuk melaksanakan lempar jumrah,” ujarnya.
Banu menjelaskan berdasarkan laporan petugas pendamping haji di Arab Saudi, kondisi kesehatan jemaah haji asal Cilacap secara umum dalam keadaan baik.
Menurutnya, faktor cuaca dan kondisi fisik menjadi perhatian utama selama pelaksanaan Armuzna karena aktivitas ibadah berlangsung cukup padat dan menguras tenaga.
“Alhamdulillah jemaah haji asal Cilacap dalam kondisi sehat. Kami mohon doa dari masyarakat agar seluruh jemaah diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji,” ujarnya.
Ia berharap seluruh jemaah dapat menyelesaikan ibadah dengan lancar, kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat dan memperoleh predikat haji mabrur.
Sebelumnya, jemaah haji asal Cilacap diberangkatkan secara bertahap melalui sejumlah kelompok terbang (kloter).
Mayoritas jemaah tergabung dalam kloter 76, 77, 78, 79 dan 80. Sementara sebagian lainnya masuk dalam kloter 81.
Kloter pertama asal Cilacap, yakni kloter 76, diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 16 Mei 2026.
Selanjutnya proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap hingga seluruh jemaah tiba di Arab Saudi.
Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama petugas haji terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kondisi jemaah tetap aman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Selain menjaga kesehatan dan stamina, para jemaah juga diimbau mematuhi arahan petugas mengingat fase Armuzna menjadi tahapan paling padat dan krusial dalam seluruh rangkaian ibadah haji.