
SERAYUNEWS – Sebanyak 1.285 jemaah calon haji asal Kabupaten Cilacap resmi dilepas untuk menunaikan ibadah haji musim 2026/1447 Hijriah. Prosesi pelepasan yang digelar di Pendapa Wijayakusuma Cilacap pada Selasa (5/5/2026) ini menjadi penanda dimulainya perjalanan para jemaah menuju Tanah Suci setelah menunggu antrean bertahun-tahun.
Para jemaah akan diberangkatkan secara bertahap melalui embarkasi Solo dalam enam kelompok terbang (kloter). Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 16 Mei 2026, sedangkan kloter terakhir akan diberangkatkan pada dini hari 20 Mei 2026.
Secara rinci, Kloter 76 (144 jemaah) berangkat pada 16 Mei 2026, Kloter 77 (395 jemaah) pada 17 Mei 2026, dan Kloter 78 (350 jemaah) pada 18 Mei 2026.
Selanjutnya, Kloter 79 (356 jemaah) serta Kloter 80 (62 jemaah) diberangkatkan pada 19 Mei 2026, termasuk satu kloter pada malam hari. Sementara Kloter 81 (12 jemaah) menjadi rombongan terakhir yang berangkat pada 20 Mei 2026 dini hari.
Sebelum diterbangkan ke Arab Saudi, seluruh jemaah akan terlebih dahulu masuk ke Asrama Haji Donohudan untuk menjalani persiapan akhir. Adapun kepulangan jemaah dijadwalkan berlangsung mulai 27 hingga 30 Juni 2026.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Cilacap, M. Najib, menyampaikan bahwa total jemaah terdiri dari 592 laki-laki dan 693 perempuan. Selain itu, terdapat 192 jemaah cadangan yang telah melunasi biaya perjalanan, meskipun 12 orang di antaranya memilih menunda atau batal berangkat.
“Dari sisi usia, kelompok terbanyak berada pada rentang 51–60 tahun sebanyak 437 orang, disusul usia 61–70 tahun sebanyak 375 orang. Sementara itu, jemaah termuda tercatat berusia 18 tahun dan yang tertua mencapai 91 tahun,” ujarnya.
Berdasarkan latar belakang pendidikan, mayoritas jemaah merupakan lulusan sekolah dasar sebanyak 396 orang. Kemudian lulusan S1 sebanyak 322 orang, SLTA 287 orang, SMP 154 orang, diploma 101 orang, serta S2 sebanyak 20 orang.
Dari sisi pekerjaan, jemaah didominasi petani (297 orang) dan aparatur sipil negara (298 orang). Selain itu, terdapat pula pekerja swasta (217 orang), ibu rumah tangga (217 orang), serta pedagang (192 orang).
Pemerintah Kabupaten Cilacap juga menyiapkan enam petugas daerah untuk mendampingi jemaah, terdiri dari tiga Tenaga Kesehatan Haji Daerah (TKHD) dan tiga Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Kehadiran petugas ini diharapkan dapat memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga selama menjalankan ibadah.
Perwakilan jemaah, H. Ahmad, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah. Ia juga memohon doa agar seluruh jemaah diberikan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Atas nama jemaah, kami mohon doa agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan kembali ke Cilacap dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Bupati Cilacap yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan P2KB, Hasanuddin, menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang tidak semua orang dapatkan.
“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Karena itu, jaga kesehatan, luruskan niat, serta perbanyak kesabaran dan keikhlasan,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga nama baik daerah dan bangsa selama berada di Tanah Suci serta saling tolong-menolong antar sesama jemaah.