Senin, 23 Mei 2022

100 Pelaku IKM Pangan Olahan di Purbalingga, Terima Bantuan Bahan Baku Produksi

100 Pelaku IKM Pangan Olahan di Purbalingga, Terima Bantuan Bahan Baku Produksi. (Amin)

Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) pangan olahan di Kabupaten Purbalingga, mendapat bantuan bahan baku produksi. Meski jumlahnya tidak banyak, bantuan tersebut diharapkan bisa menekan biaya produksi terutama saat menghadapi Lebaran.


Purbalingga, serayunews.com

Kepala Dinperindag Purbalingga, Johan Arifin mengatakan, para pelaku IKM khususnya olahan pangan, saat ini sedang tumbuh subur di Purbalingga.

Berdasar catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag), sedikitnya ada sekitar 2.000 pelaku usaha dan mayoritas dimotori kaum perempuan.

Baca juga  Perkuat Kebhinnekaan, UMP Jalin Kerjasama dengan Puhua School

“Rata-rata pelakunya kaum perempuan, mereka sangat membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.

Produk pangan yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari makaroni keju, aneka roti, kue, abon, olahan nanas, keripik tempe, keripik pelepah pisang, keripik terong dan lainnya.

Banyaknya produk IKM berupa olahan pangan tersebut, kata Johan, sangat mungkin untuk dijadikan oleh-oleh khas Purbalingga.

“IKM pangan olahan, banyak dan terus tumbuh berkembang di Purbalingga. Tercatat ada kurang lebih 2.000 unit,” kata Johan.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Purbalingga memberikan bantuan bahan baku produksi kepada 100 pelaku IKM olahan pangan. Bantuan yang diberikan masing-masing berupa minyak goreng, tepung terigu 3 kilogram, dan gula pasir 3 kilogram.

Baca juga  Dua Orang Hanyut di Sungai Serayu Banjarnegara, Satu Belum Ditemukan

“Kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen dan rasa sayang bupati Purbalingga terhadap para pelaku IKM pangan olahan,” kata Johan.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengungkapkan, melalui bantuan ini Pemkab Purbalingga ingin berbagi kebahagiaan. Pemerintah harus hadir, terlebih pelaku IKM pangan olahan saat ini sedang banyak yang membutuhkan bahan baku, terutama minyak goreng.

“Paling tidak ini bisa membantu menekan beban pengeluaran,” ujarnya.

Tiwi berpesan, agar para pelaku IKM terus semangat. Dia yakin, sektor UMKM atau IKM paling tahan banting. Dengan ketekunan dan kegigihan, sektor UMKM dan IKM ke depan dipastikan akan makin menggeliat.

Berita Terkait

Berita Terkini