
SERAYUNEWS – Antusiasme warga menyerbu pasar murah jelang Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Cilacap begitu tinggi. Lebih dari 15 ribu paket sembako yang disediakan Pemerintah Kabupaten Cilacap habis terjual hanya dalam hitungan jam, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap itu sudah dipadati warga sejak pagi. Pasar murah resmi dibuka pukul 08.00 WIB, namun antrean sudah terlihat sebelumnya.
Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah tren kenaikan harga menjelang Lebaran.
Beragam komoditas disediakan, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, hasil laut, hingga sayur-mayur hasil pertanian lokal. Pembelian dilayani dengan sistem kupon maupun penjualan langsung, sehingga masyarakat umum tetap bisa mengaksesnya.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, mengatakan pasar murah digelar sebagai langkah konkret membantu masyarakat selama Ramadan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
Ia menjelaskan, dari total paket yang disiapkan Pemda, sebanyak 15 ribu paket mendapat subsidi Rp30 ribu per paket. Paket tersebut rata-rata berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir.
Tak hanya dari Pemda, sejumlah stan yang diisi BUMN, BUMD, dunia usaha, Bulog, Polresta, Kodim, Lanal, PKK, hingga organisasi kemasyarakatan dan asosiasi usaha juga ikut berpartisipasi. Bahkan beberapa komoditas dijual dengan potongan harga hingga 50 persen dari harga pasar.
“Seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar. Ini bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi,” kata Syamsul.
Pasar murah ini tidak hanya digelar di Karangkandri. Pemkab Cilacap menyelenggarakannya di 25 titik yang tersebar di 24 kecamatan dan satu titik tingkat Pemkab. Langkah ini disebut sebagai gerakan serentak untuk memastikan distribusi pangan merata dan harga tetap terkendali.
Syamsul juga mengimbau masyarakat tidak melakukan penimbunan bahan pokok. Ia memastikan stok pangan di Cilacap dalam kondisi aman hingga Lebaran. Hasil rapat koordinasi dengan pemerintah provinsi menunjukkan secara umum ketersediaan pangan di Jawa Tengah masih mencukupi.
Meski ada kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai, menurutnya kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan opsi intervensi melalui operasi pasar apabila diperlukan.
“Tidak perlu panik. Kenaikan masih terkendali dan pemerintah siap turun tangan jika dibutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Maryatun, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia menyebut harga sembako menjelang Idulfitri mulai merangkak naik, sehingga program ini meringankan beban rumah tangga.
“Pasar murah ini sangat membantu karena harganya lebih murah dari harga pasaran. Kalau bisa lebih sering diadakan supaya warga kecil tetap bisa beli sembako dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Antusiasme tinggi warga menjadi bukti pasar murah masih menjadi solusi efektif menjaga daya beli masyarakat, khususnya di momen menjelang hari besar keagamaan.