
PURWOKERTO, SERAYUNEWS — Fenomena pengunduran diri Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebanyak 2.722 ASN tercatat mengajukan pengunduran diri pada Semester I 2026.
Namun, angka tersebut tidak sepenuhnya berarti ASN meninggalkan status kepegawaiannya.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, dari 2.722 pengajuan tersebut, hanya 384 orang, terdiri atas 233 PNS dan 151 CPNS, yang benar-benar murni keluar dari ASN tanpa hak pensiun.
Sementara itu, sebanyak 1.147 PPPK Paruh Waktu mengundurkan diri untuk beralih menjadi PPPK Penuh Waktu. Sebanyak 962 PNS lainnya mengajukan pensiun dini secara sah.
Meski demikian, ratusan ASN yang benar-benar memilih keluar tetap memunculkan pertanyaan mengenai daya tarik karier sebagai abdi negara, terutama di mata generasi muda yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Bagi mahasiswa, status PNS masih memiliki sejumlah keunggulan. Namun, kepastian karier dan fasilitas yang ditawarkan pemerintah kini bukan satu-satunya pertimbangan.
Bagi sebagian mahasiswa, kemampuan sebuah pekerjaan dalam memenuhi kebutuhan hidup menjadi faktor penting ketika menentukan pilihan karier.
Pemberitaan mengenai ASN yang mengundurkan diri turut membuat sebagian mahasiswa mempertanyakan apakah menjadi PNS mampu memberikan penghasilan sesuai dengan ekspektasi mereka.
“Kebetulan aku sendiri enggak ada niat buat daftar PNS setelah lulus nanti, karena dari PNS saja menurutku tidak menjamin untuk dapat pendapatan (paid) yang mencukupi,” ungkap Oktavia, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Oktavia mengaku pemberitaan mengenai ASN yang mengundurkan diri semakin memperkuat pandangannya terhadap karier di birokrasi.
“Melihat berita ASN yang resign belakangan ini bikin aku lebih yakin bahwa status ASN saja sebenarnya tidak menjamin jenjang karier maupun pemenuhan kebutuhan primer,” tegasnya.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa kini tidak hanya mempertimbangkan status pekerjaan, tetapi juga membandingkan potensi pendapatan dan perkembangan karier dengan pilihan profesi lainnya.
Selain persoalan penghasilan, karakter pekerjaan juga menjadi pertimbangan mahasiswa.
Bagi Larasati, mahasiswa Universitas Wijayakusuma Purwokerto, pekerjaan sebagai PNS membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan rutinitas, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap aturan.
“Menurut aku pribadi, kalau mau jadi PNS itu harus orang yang mampu bertahan dalam pekerjaan yang cenderung monoton. Beberapa orang mungkin sering jenuh bila melakukan aktivitas yang berulang, dan aku pikir untuk tipe seperti itu kurang cocok. Menjadi PNS juga harus disiplin, cekatan, dan melayani masyarakat sebaik mungkin. Untuk masalah gaji itu perspektif masing-masing, cuma ya itu dia, jadi PNS penuh aturan dan kita enggak bisa semena-mena,” ujar Larasati, mahasiswa Universitas Wijayakusuma Purwokerto.
Menurutnya, karakter setiap orang berbeda. Pekerjaan yang membutuhkan rutinitas dan kepatuhan terhadap aturan mungkin cocok bagi sebagian orang, tetapi belum tentu sesuai dengan mahasiswa yang menyukai fleksibilitas dan eksplorasi.
Larasati mengakui profesi PNS memiliki sejumlah keuntungan, terutama dari sisi kesejahteraan dan jaminan kesehatan.
Namun, keinginannya untuk mengeksplorasi berbagai bidang membuatnya lebih tertarik membangun usaha sendiri.
“Kesejahteraannya menurutku terjamin, seperti dicover asuransi kesehatan dan lain sebagainya. Tapi kalau aku sih belum merasa minat masuk PNS karena aku suka eksplorasi banyak hal. Selain itu, aku sebenarnya punya planning buka usaha sendiri. Tapi enggak ada yang tahu masa depan ya. Semoga yang lagi berjuang jadi PNS bisa terwujud, perlu persiapkan diri matang-matang dan jangan lupa berdoa,” tambahnya.
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa kini memiliki semakin banyak alternatif dalam menentukan masa depan. Selain menjadi ASN, mereka dapat memilih jalur perusahaan swasta, pekerja kreatif, profesional independen, hingga membangun usaha sendiri.
Fenomena pengunduran diri ASN tidak serta-merta menunjukkan bahwa profesi PNS kehilangan daya tarik. Data BKN justru menunjukkan bahwa sebagian besar dari 2.722 pengajuan tersebut berkaitan dengan perubahan status atau pensiun dini, bukan keputusan meninggalkan ASN sepenuhnya.
Namun, munculnya ratusan ASN yang benar-benar mengundurkan diri tetap menjadi bahan evaluasi. Bagi generasi muda, status ASN kini harus bersaing dengan berbagai pilihan karier yang menawarkan fleksibilitas, potensi pendapatan, ruang kreativitas, dan peluang pengembangan diri.
Di satu sisi, profesi PNS tetap menawarkan kepastian status, jaminan kesehatan, serta sejumlah fasilitas yang menjadi daya tarik tersendiri.
Di sisi lain, mahasiswa semakin mempertimbangkan apakah karakter pekerjaan, sistem birokrasi, penghasilan, dan ruang pengembangan karier sesuai dengan tujuan hidup mereka.
Artinya, PNS mungkin masih menjadi salah satu pilihan karier favorit, tetapi tidak lagi otomatis menjadi satu-satunya tujuan utama lulusan perguruan tinggi.
Pada akhirnya, pilihan karier generasi muda semakin ditentukan oleh kecocokan antara karakter pribadi, kebutuhan finansial, gaya hidup, peluang berkembang, serta tujuan jangka panjang masing-masing. (Tiya Monalisa)