
SERAYUNEWS– Wilayah Kabupaten Banyumas dan Kota Purwokerto semakin sering menghiasi layar kaca nasional melalui deretan Film Televisi (FTV) produksi Starvision yang tayang di SCTV.
Dalam beberapa pekan terakhir, setidaknya ada tiga FTV Spesial Banyumas yang berhasil mencuri perhatian penonton karena menghadirkan cerita romantis, komedi segar, budaya ngapak, hingga keindahan alam khas Banyumas.
Tidak hanya menjadi hiburan, ketiga FTV tersebut juga ikut mempromosikan Purwokerto dan Banyumas kepada masyarakat Indonesia melalui berbagai lokasi syuting, penggunaan dialek Banyumasan, serta pengangkatan ikon budaya dan kuliner lokal.
Banyak penonton yang sempat melewatkan penayangannya kini bertanya-tanya, apakah ketiga FTV tersebut bisa disaksikan kembali melalui platform streaming Vidio?
Secara umum, Vidio menyediakan berbagai tayangan FTV SCTV, baik melalui siaran langsung maupun tayangan ulang sesuai ketersediaan katalog konten. Karena itu, penonton berpeluang menikmati kembali FTV-FTV bertema Banyumas tersebut melalui platform digital resmi milik Emtek tersebut.
Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasan tiga FTV Spesial Banyumas yang sukses menarik perhatian publik:
FTV pertama yang mengangkat nuansa Banyumas adalah “Nyong Tresno Karo My Crush” yang tayang pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 10.00 WIB.
Cerita ini mengisahkan Virna, seorang perempuan yang sedang berusaha bangkit dari patah hati setelah dikhianati kekasihnya. Demi menghilangkan kesedihan, ia memilih berlibur ke Purwokerto bersama sahabat-sahabatnya.
Namun perjalanan tersebut justru membawanya pada pertemuan tak terduga dengan Dana, pemuda lokal yang sederhana dan memiliki kepribadian hangat.
Pertemuan mereka berlangsung di tengah suasana alam Banyumas yang masih asri. Dari sinilah benih-benih cinta mulai tumbuh.
Keindahan alam Purwokerto menjadi salah satu daya tarik utama dalam FTV ini. Penonton juga disuguhi nuansa khas Banyumasan melalui penggunaan logat ngapak yang terasa akrab dan menghibur.
FTV tersebut dibintangi oleh Lavicky Nicholas dan Ika Diharjo yang berhasil menghadirkan chemistry kuat sepanjang cerita.
Judul kedua yang masuk dalam rangkaian FTV Spesial Banyumas adalah “Sudah Dititik Segapapa Itu Sekarang” yang tayang pada Jumat, 5 Juni 2026, pukul 10.00 WIB.
FTV yang dibintangi Ridwan Ghany dan Jennifer Eve ini mengangkat tema tentang kesempatan kedua dalam cinta. Cerita berawal dari seseorang yang sedang berada di titik terendah kehidupannya.
Saat semuanya terasa berjalan tanpa arah, hadir sosok baru yang perlahan mengubah cara pandangnya terhadap hidup dan masa depan. Namun hubungan mereka tidak berjalan mulus. Luka masa lalu membuat salah satu tokohnya sulit membuka hati kembali.
Konflik tersebut menjadi inti cerita yang kemudian berkembang menjadi kisah romantis penuh emosi, dibalut komedi ringan yang menghibur.
Salah satu keunikan FTV ini adalah penggunaan istilah “segapapa” yang cukup populer di kalangan anak muda Banyumas. Ungkapan tersebut menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa hidupnya sedang tidak baik-baik saja atau berada dalam fase yang sulit.
Selain menyuguhkan kisah cinta yang menyentuh, FTV ini juga menampilkan berbagai sudut Purwokerto yang memperkuat identitas lokal Banyumas.
FTV ketiga yang tak kalah menarik adalah “Neng Mendoan Paling Jagoan” yang tayang pada Jumat, 12 Juni 2026, pukul 10.00 WIB. Berbeda dengan dua judul sebelumnya yang lebih menonjolkan kisah romantis, FTV ini menghadirkan kuliner khas Banyumas sebagai elemen utama cerita.
Tokoh utama bernama Arga, seorang chef profesional yang mengalami cedera pada tangannya akibat kecelakaan. Kondisi tersebut membuat kariernya terancam. Dalam upaya mencari kesembuhan, Arga bertemu Mala, seorang penjual mendoan yang hidup sederhana namun memiliki karakter kuat.
Pertemuan keduanya menjadi awal perjalanan yang mengubah hidup mereka masing-masing. Kisah yang disajikan tidak hanya menghadirkan romansa, tetapi juga mengangkat nilai-nilai kesederhanaan, kerja keras, dan pentingnya menghargai orang lain tanpa memandang status sosial.
Keberadaan mendoan sebagai ikon kuliner Banyumas menjadikan FTV ini terasa unik dan berbeda dibandingkan tayangan romantis pada umumnya. Ditambah dengan logat ngapak yang kental, FTV ini sukses menghadirkan suasana Banyumas yang autentik ke layar kaca nasional.
Salah satu daya tarik utama FTV ini terletak pada chemistry antara Eza Gionino dan Ina Marika. Eza berhasil memerankan sosok chef profesional yang sedang menghadapi masa sulit dalam hidupnya. Sementara Ina Marika tampil meyakinkan sebagai gadis Banyumas yang sederhana namun memiliki prinsip kuat.
Keduanya mampu menghadirkan perpaduan adegan romantis dan komedi yang membuat cerita terasa ringan dan menghibur untuk ditonton bersama keluarga. Selain dua pemeran utama tersebut, FTV ini juga dibintangi oleh Jasmine El Fira, Yuditia Winanda, Jho Rizky, dan Kang Bujel yang turut memperkuat jalannya cerita.
Kesuksesan tiga FTV tersebut tidak lepas dari keberanian rumah produksi mengangkat identitas lokal sebagai bagian utama cerita.
Selama ini banyak FTV mengambil latar kota-kota besar. Namun Starvision justru menghadirkan Purwokerto dan Banyumas sebagai pusat cerita yang mampu memberikan warna baru bagi industri FTV Indonesia.
Keindahan alam, budaya Banyumasan, bahasa ngapak, hingga kuliner khas daerah menjadi kekuatan yang membuat ketiga judul tersebut terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Tidak mengherankan apabila banyak penonton dari luar daerah ikut penasaran dengan Banyumas setelah menyaksikan tayangan tersebut.
Bagi yang melewatkan penayangan di SCTV, ketiga FTV Spesial Banyumas tersebut berpeluang tersedia melalui platform streaming Vidio, baik melalui siaran langsung maupun layanan tayangan ulang sesuai katalog yang tersedia.
Karena katalog konten dapat berubah sewaktu-waktu, penonton disarankan untuk secara berkala memeriksa aplikasi Vidio guna mengetahui ketersediaan masing-masing judul.
Dengan hadirnya layanan streaming, masyarakat tidak lagi harus menunggu jadwal tayang ulang di televisi untuk menikmati kisah-kisah menarik berlatar Purwokerto dan Banyumas tersebut.
Fenomena FTV Spesial Banyumas menunjukkan bahwa cerita lokal memiliki daya tarik yang kuat di tingkat nasional.
Melalui “Nyong Tresno Karo My Crush”, “Sudah Dititik Segapapa Itu Sekarang”, dan “Neng Mendoan Paling Jagoan”, masyarakat Indonesia diajak mengenal lebih dekat budaya Banyumas, mulai dari logat ngapak, keramahan masyarakat, keindahan alam, hingga kuliner khas yang melegenda.
Ketiga FTV tersebut menjadi bukti bahwa daerah seperti Purwokerto dan Banyumas memiliki potensi besar sebagai lokasi produksi tayangan televisi sekaligus destinasi wisata yang layak diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.