
SERAYUNEWS – Portal pembatas ketinggian kendaraan di Simpang Tiga Mandirancan, Kabupaten Banyumas, kembali mengalami kerusakan dan harus diperbaiki.
Sejak penutupan sementara Jembatan Serayu Banyumas, portal tersebut tercatat sudah tiga kali roboh akibat diterabas kendaraan bertonase besar yang melebihi batas tinggi maksimal.
Keberadaan portal itu sebenarnya bertujuan membatasi kendaraan dengan tinggi lebih dari dua meter agar tidak melintas di jalur alternatif Mandirancan-Papringan yang memiliki kondisi jalan sempit dan rawan menimbulkan kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas, Oemar Udaya, mengatakan kerusakan portal kali ini kembali disebabkan kendaraan besar yang nekat melintas meski sudah terdapat pembatas.
“Iya mas, ini sudah tiga kali roboh, karena diterabas kendaraan besar,” kata Oemar Udaya, Minggu (21/6/2026).
Petugas pun kembali melakukan perbaikan agar fungsi portal sebagai pembatas ketinggian kendaraan dapat berjalan optimal.
Menurut Oemar, jalur Mandirancan-Papringan tidak dirancang untuk dilalui kendaraan besar. Pemerintah telah merekomendasikan kendaraan dengan tinggi lebih dari dua meter agar menggunakan jalur alternatif melalui Rawalo.
“Kalau untuk kendaraan besar jalurnya direkomendasikan lewat Rawalo,” ujarnya.
Ia menegaskan, jalur Mandirancan-Papringan lebih diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat berukuran kecil.
Oemar menjelaskan, kondisi ruas jalan yang relatif sempit membuat kendaraan besar sulit berpapasan. Jika dua kendaraan berukuran besar bertemu dari arah berlawanan, salah satunya harus menepi terlebih dahulu.
Situasi tersebut berpotensi memicu antrean panjang, terutama di tengah meningkatnya volume lalu lintas akibat penutupan total Jembatan Serayu Banyumas.
“Sebab kalau kendaraan besar di jalan tersebut papasan, tidak bisa langsung, salah satu harus menepi, dan kondisi saat ini lalu lintas yang tinggi sangat berpotensi macet,” kata dia.
Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas terus melakukan pengaturan lalu lintas selama proses perbaikan Jembatan Serayu berlangsung. Prioritas utama adalah menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sekaligus mencegah terjadinya kemacetan.
“Dishub kan tanggung jawabnya lebih ke lalu lintasnya, bagaimana pengendara aman dan nyaman, tidak sampai menyebabkan kemacetan,” katanya.
Dishub kembali mengimbau pengemudi kendaraan besar agar mematuhi rambu dan rekomendasi jalur yang telah ditetapkan. Kepatuhan pengguna jalan dinilai penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama penutupan Jembatan Serayu Banyumas.