
PURBALINGGA, SERAYUNEWS–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga membentuk Pos Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah tersebut dilakukan mengantisipasi berbagai kemungkinan menyusul terjadinya puncak kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga Revon Hapindriat didampingi sekretaris Aris Mulyanto, Senin (3/8/2026) mengatakan puncak musim kemarau yang mulai terjadi di bulan Agustus perlu diantisipasi. Termasuk kemungkinan terjadinya kekeringan yang meluas dan kemungkinan terjadinya karhutla. “Makanya BPBD Purbalingga siaga melalui Pos Penanganan yang ada di kantor BPBD Purbalingga di Jl Soekarno Hatta,” ungkapnya.
Dipaparkan, hingga awal Agustus pihaknya sudah mengirimkan pasokan air bersih ke 23 desa di 10 kecamatan. Dengan perincian masing-masing di kecamatan Karangreja di Desa Kutabawa, SMPN 3 Karangteja dan Serang, Kecamatan Karanganyar di Desa Karanganyar, Jambudesa, Kaliori dan Maribaya, kecamatan Kejobong di Desa Gumiwang dan Pandansari serta Kecamatan Kemangkon di Desa Kalialang.
Selanjutnya juga di kecamatan Mrebet masing-masing di Desa Pengalusan, Binangun dan Sangkanayu, kecamatan Kertanegara di desa Kertanegara dan Kasih, kecamatan Karangmoncol di desa Pepedan dan Karangsari, kecamatan Pengadegan di Desa Tetel dan Tegalpingen, kecamatan Kaligondang desa Pagerandong dan Sidanegara, kecamatan Kutasari di desa Karangjengkol dan Candinata.“Jumlah air bersih yang sudah dikirimkan sebanyak 118 tangki yang terdiri 582.000 liter dan diperuntukkan bagi 2047 KK serta 7839 jiwa,” ungkapnya.

Ditambahkan, bagi yang membutuhkan pasokan air bersih bisa menghubungi Posko Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla BPBD Purbalingga. Nomor telepon di 08122740906. Setiap hari tiga kendaraan tangki air disiagakan untuk mendistribusikan pasokan air bersih.