
SERAYUNEWS — Sebanyak 36 calon jemaah haji kuota cadangan dan tambahan asal Kabupaten Banjarnegara mengikuti praktik manasik haji yang digelar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Miftahul Jannah Banjarnegara.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Firdaus Fatimah Zahra, Semarang, Minggu (8/2/2026).
Praktik manasik menjadi tahapan akhir setelah para calon jemaah sebelumnya mengikuti pembekalan teori sebanyak sembilan kali pertemuan.
Melalui simulasi langsung, jemaah diharapkan memiliki kesiapan mental dan teknis sehingga lebih mandiri saat menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Pembina KBIH Miftahul Jannah Banjarnegara, Israhmat Yahya, menegaskan bahwa praktik manasik memegang peran penting untuk memastikan jemaah memahami sekaligus mampu melaksanakan rukun, wajib, dan sunah haji dengan benar.
Ia mencontohkan, dalam pelaksanaan thawaf dan sa’i, jemaah harus memahami berbagai kondisi yang dapat membatalkan wudhu dan berpengaruh terhadap keabsahan ibadah.
“Hal-hal yang terlihat sepele, seperti batal wudhu saat thawaf, jika tidak dipahami bisa membuat ibadah tidak sah. Dengan praktik langsung seperti ini, jemaah memiliki gambaran yang lebih detail dan berani menyampaikan kondisi mereka kepada pembimbing,” ujarnya.
Dengan simulasi yang mendekati kondisi nyata, para jemaah diharapkan tidak ragu dan lebih siap menghadapi situasi sebenarnya, baik di Masjidil Haram maupun di lokasi ibadah haji lainnya.
Sementara itu, Pembimbing Haji KBIH Miftahul Jannah Banjarnegara, Anton Zaini Noor, menyampaikan bahwa selain mengikuti manasik di KBIH, para calon jemaah juga akan mengikuti manasik resmi dari Kementerian Agama.
“Rencananya manasik dari Kemenag akan dilaksanakan mulai pekan depan di sepuluh kecamatan,” katanya.
Berdasarkan informasi sementara, calon jemaah haji asal Banjarnegara akan tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 69, 70, 71, dan 72. Sebagian kloter akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Purbalingga dan Banyumas.
“Insyaallah jemaah Banjarnegara akan diberangkatkan pada gelombang kedua, sehingga langsung menuju Mekah untuk pelaksanaan ibadah haji, dan saat kepulangan baru melalui Madinah,” katanya.
Simulasi Lengkap, dari Paspor hingga Armuzna
Selama praktik manasik, para calon jemaah mengikuti simulasi secara lengkap, mulai dari pemeriksaan paspor, perjalanan menuju Masjidil Haram, rangkaian ibadah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), hingga simulasi ibadah di Madinah.
Seluruh area praktik dilengkapi dengan replika lokasi yang menyerupai kondisi di Tanah Suci dan berdiri di atas lahan belasan hektare. Fasilitas tersebut membuat para jemaah lebih memahami alur perjalanan serta lokasi-lokasi penting dalam pelaksanaan ibadah haji.
Dengan persiapan matang melalui pembekalan teori dan praktik, para calon jemaah haji Banjarnegara diharapkan dapat melaksanakan ibadah haji secara lebih khusyuk, tertib, dan sesuai tuntunan.