
SERAYUNEWS- Keberangkatan jemaah haji selalu menjadi momen yang sarat emosi. Di satu sisi, keluarga merasa bangga karena orang tercinta mendapat panggilan ke Tanah Suci.
Namun di sisi lain, ada rasa haru karena harus berpisah dalam waktu yang tidak singkat. Fenomena ini kerap terlihat di berbagai embarkasi haji di Indonesia.
Tangis haru, pelukan hangat, serta doa-doa yang dipanjatkan menjadi bagian tak terpisahkan dari prosesi pelepasan jemaah.
Dalam ajaran Islam, momen tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan berharga untuk memanjatkan doa terbaik bagi keselamatan dan kelancaran ibadah haji.
Melansir laman resmi MUI, berikut kami sajikan lima bacaan doa melepas jemaah haji yang dianjurkan ulama, lengkap dengan lafaz dan maknanya:
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk saling mendoakan, terlebih kepada mereka yang sedang melakukan perjalanan ibadah seperti haji. Doa menjadi bentuk kepedulian sekaligus wujud kasih sayang antar sesama muslim.
Sejumlah ulama menjelaskan bahwa doa seorang muslim untuk saudaranya, terutama tanpa sepengetahuan yang didoakan, termasuk doa yang mudah dikabulkan.
Bahkan, malaikat akan mengaminkan doa tersebut dan mendoakan kebaikan serupa bagi orang yang memanjatkannya.
Tradisi ini juga dicontohkan oleh para ulama salaf yang kerap mendahulukan doa untuk orang lain sebelum berdoa untuk diri sendiri, sebagai bentuk ikhtiar agar doa lebih cepat dikabulkan.
Dalam berbagai literatur klasik Islam, dijelaskan bahwa mendoakan sesama muslim memiliki keutamaan besar. Hal ini diperkuat oleh riwayat yang menyebutkan bahwa doa tersebut akan mendapatkan balasan kebaikan yang sama dari malaikat.
Para ulama seperti Imam Jalaluddin as-Suyuthi hingga Mulla Ali al-Qari juga menegaskan pentingnya memperbanyak doa untuk orang lain.
Menurut mereka, amalan ini tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membuka pintu keberkahan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, melepas jemaah haji dengan doa menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Berikut lima doa yang dapat diamalkan saat melepas keberangkatan jemaah haji, berdasarkan riwayat hadis dan anjuran para ulama:
1. Doa Perlindungan, Ampunan, dan Petunjuk
Doa ini mencakup permohonan perlindungan dari Allah, bekal ketakwaan, serta petunjuk dalam perjalanan. Doa ini diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani (wafat 360 H) dalam kitabnya.
Doa tersebut cocok untuk dibaca saat melepas seseorang yang akan menempuh perjalanan jauh. Kandungan doa ini mencakup perlindungan, bekal takwa, ampunan, dan petunjuk selama menempuh perjalanan.
Arab:
فِي حِفْظِ اللَّهِ وَفِي كَنَفِهِ، زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَوَجَّهَكَ فِي الْخَيْرِ حَيْثُ مَا كُنْتَ
Latin : Fī ḥifdhillāhi wa fī kanafihī, zawwadakallāhu at-taqwā, wa ghafara dzanbaka, wa wajjahaka fī al-khairi ḥaitsu mā kunta.
Arti: “Dalam perlindungan Allah dan dalam penjagaan-Nya. Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan mengarahkanmu kepada kebaikan di mana pun engkau berada.” (Ad-Du’a li Thabrani [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 259)
2. Doa Menitipkan Agama, Amanah, dan Akhir Amal
Doa ini berisi titipan penting kepada Allah, mencakup agama, amanah, serta akhir kehidupan seseorang. Doa ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i (wafat 303 H) dalam kitabnya.
Di dalamnya memiliki makna yang sangat dalam lantaran berisi titipan tiga perkara penting, yaitu agama yang harus dijaga selama perjalanan, amanat (termasuk keluarga yang ditinggalkan), serta penutup amal seseorang.
Arab:
أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ، وَأَمَانَتَكَ، وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Latin : Astawdi’ullāha dīnaka wa amānataka wa khawātīma ‘amalika.
Arti: “Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amalmu.” (Amal al-Yaum wa al-Lailah [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol. 1, h. 357)
3. Doa Memohon Perlindungan Perjalanan
Doa ini memohon perlindungan Allah dalam setiap kondisi perjalanan, baik di darat maupun di laut. Imam Ibn Hibban (wafat 354 H) dalam kitab Shahih-nya menyebutkan bahwa selain dua doa di atas, ada pula doa yang dapat dipanjatkan oleh pihak keluarga untuk memohon keberkahan sekaligus perlindungan selama perjalanan.
Arab:
اللَّهُمَّ احْمِلْ عَلَيْهَا فِي سَبِيْلِكَ فَإِنَّكَ تَحْمِلُ عَلَى الْقَوِيِّ وَالضَّعِيفِ
Latin : Allāhumma iḥmil ‘alaihā fī sabīlika fa’innaka taḥmilu ‘alā al-qawiyyi wad-dla‘īfi, war-rathabi wal-yābisi fī al-barri wal-baḥri.
Arti: “Ya Allah, bawalah kami di atas kendaraan ini di jalan-Mu, karena sesungguhnya Engkau membawa yang kuat maupun yang lemah, yang basah maupun yang kering, di darat maupun di laut.” (Shahih Ibn Hibban [Beirut: Dar Ibn Hazm], vol. 7, h. 418)
4. Doa agar Amal Diterima
Doa ini menjadi harapan agar seluruh ibadah haji diterima oleh Allah dan diberi pahala yang besar. Imam Ibn Muflih al-Hanbali (wafat 763 H) dalam kitabnya menyebutkan bacaan doa yang dapat ditujukan kepada jemaah haji sebagai harapan agar seluruh perjuangan dan pengorbanannya diterima oleh Allah.
Arab:
تَقَبَّلَ اللَّهُ سَعْيَكَ، وَأَعْظَمَ أَجْرَكَ
Latin : Taqabbalallāhu sa’yaka, wa a’dhama ajraka.
Arti: “Semoga Allah menerima usahamu dan melipatgandakan pahalamu.” (Al-Furu’ wa Tashih al-Furu’ [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol. 10, h. 233)
5. Doa agar Mendapat Haji Mabrur
Doa ini merupakan inti dari seluruh harapan jemaah haji, yakni memperoleh haji yang mabrur. Doa ini diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani (wafat 360 H) dalam kitabnya.
Meski di dalam riwayat disebutkan bahwa doa ini dibaca oleh orang yang berhaji saat melempar jumrah, tetapi boleh juga dibaca oleh orang yang mengiringi keberangkatan ibadah haji saudaranya.
Arab:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا
Latin : Allāhummaj’alhu ḥajjan mabrūran wa dzanban maghfūran.
Arti: “Ya Allah, jadikanlah hajinya sebagai haji yang mabrur dan dosanya sebagai dosa yang diampuni.” (Ad-Du’a li Thabrani [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 276)
Menguatkan Ikatan Spiritual Keluarga
Melepas jemaah haji dengan doa tidak hanya berdampak pada yang berangkat, tetapi juga mempererat hubungan spiritual dalam keluarga. Doa menjadi jembatan batin yang menghubungkan mereka yang tinggal dengan yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Selain itu, momen ini juga menjadi pengingat akan pentingnya saling mendoakan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengantar jemaah haji sejatinya bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga spiritual. Doa yang dipanjatkan menjadi bekal penting yang mengiringi setiap langkah perjalanan ibadah.
Dengan mengamalkan doa-doa tersebut, diharapkan para jemaah haji mendapatkan perlindungan, kemudahan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.