
SERAYUNEWS- Pemerintah resmi membuka pemungutan suara untuk menentukan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Masyarakat kini memiliki kesempatan untuk memilih langsung desain logo yang akan menjadi identitas visual resmi peringatan kemerdekaan dengan tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Pemilihan logo tersebut menjadi salah satu terobosan dalam peringatan HUT RI tahun ini. Untuk pertama kalinya, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam menentukan simbol nasional peringatan HUT RI.
Logo HUT RI ke-81 ini nantinya akan digunakan oleh seluruh instansi pemerintah, lembaga pendidikan, perusahaan, hingga masyarakat umum dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan.
Sebanyak lima desain terbaik berhasil melaju ke tahap akhir setelah menyisihkan 124 karya peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh karya telah melalui proses seleksi dan kurasi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif serta Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI).
Masing-masing finalis menghadirkan konsep visual yang berbeda, namun tetap mengusung semangat persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran yang menjadi tema besar HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Melansir berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya:
Proses seleksi logo HUT RI ke-81 berlangsung ketat. Selain mempertimbangkan kualitas desain, tim kurator juga menilai kesesuaian konsep dengan tema nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
Kelima finalis yang berhasil lolos berasal dari berbagai wilayah Indonesia, yakni Surakarta, Padang, Denpasar, Malang, dan Batam. Total peserta yang mengirimkan karyanya ada sebanyak 124 orang.
Keberagaman asal daerah para desainer dinilai mencerminkan semangat Indonesia yang kaya budaya namun tetap bersatu dalam satu tujuan. Berikut profil dan filosofi lima kandidat logo HUT RI ke-81 yang saat ini dapat dipilih oleh masyarakat.
1. David Wirawan dari Surakarta Usung Konsep “8 Harapan 1 Tujuan”
Desainer asal Surakarta, David Wirawan, menghadirkan logo bertajuk “8 Harapan 1 Tujuan” yang dirancang oleh Studio Visual Nusantara. Konsep ini mengangkat delapan nilai utama yang dianggap menjadi fondasi pembangunan Indonesia menuju masa depan.
Bentuk angka 8 dan 1 dalam desain tersebut memuat berbagai simbol yang merepresentasikan ketangguhan bangsa, kesatuan nasional, kolaborasi, hingga semangat kemajuan. David menerjemahkan angka 8 sebagai representasi delapan harapan bangsa yang terdiri atas:
· Tangguh
· Ekosistem yang terlindungi
· Progres pembangunan
· Kolaborasi
· Kesatuan
· Patriotisme
· Kemajuan
· Vitalitas
Elemen visual yang menyerupai anak tangga menggambarkan pertumbuhan berkelanjutan, sementara bentuk menyerupai bambu runcing menjadi simbol perjuangan dan patriotisme.
Pada bagian angka 1, David menyisipkan siluet kepala Garuda yang melambangkan persatuan dan identitas nasional. Secara keseluruhan, logo ini menggambarkan Indonesia yang kokoh, progresif, dan bergerak menuju satu tujuan besar sebagai bangsa yang maju.
2. Fajar Novario dari Padang Angkat Semangat Persatuan dalam Keberagaman
Finalis kedua berasal dari Padang, Sumatera Barat, yakni Fajar Novario dengan konsep “Kolektif, Sinergi, Bertumbuh.” Karya yang dirancang bersama tim Karsa Visual Merdeka ini berangkat dari gagasan bahwa rakyat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Fajar mengambil inspirasi dari keragaman budaya Nusantara yang terdiri atas ratusan suku, bahasa, dan tradisi. Menurut konsep yang diusungnya, keberagaman tersebut bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan bangsa.
Melalui eksplorasi berbagai motif dan bentuk budaya Indonesia, Fajar menemukan kesamaan visual yang hadir di banyak daerah. Kesamaan itu kemudian diterjemahkan menjadi sistem visual yang melambangkan persatuan dan sinergi.
Logo ini ingin menunjukkan bahwa Indonesia akan terus tumbuh apabila seluruh elemen bangsa mampu bekerja bersama dan bergerak dalam tujuan yang sama.
3. Kanda Putra dari Denpasar Tawarkan Gagasan “Kemanusiaan yang Terhubung”
Desainer asal Bali, Kanda Putra, menghadirkan konsep “Kemanusiaan yang Terhubung.” Logo tersebut dirancang oleh Kolektif Kreatif Bangsa dengan inspirasi utama dari nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Sila Kedua Pancasila.
Kanda memaknai angka 8 sebagai simbol hubungan antarmanusia yang saling terkoneksi, setara, dan saling menguatkan. Konsep ini juga dipengaruhi oleh semangat pembangunan nasional yang terangkum dalam Asta Cita.
Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam enam aspek keterhubungan bangsa Indonesia, yaitu:
1. Kebangsaan
Sebagai fondasi utama persatuan Indonesia.
· Wawasan
Sebagai cara pandang dalam menghadapi masa depan.
· Masyarakat
Sebagai pusat seluruh pembangunan nasional.
· Ruang Hidup
Sebagai simbol tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
· Kebersamaan
Sebagai kekuatan sosial yang mendorong kemajuan.
· Budaya
Sebagai identitas bangsa yang memperkaya Indonesia.
Melalui pendekatan tersebut, Kanda ingin menegaskan bahwa Indonesia dibangun oleh berbagai identitas yang berbeda, tetapi tetap berada dalam satu kesatuan bangsa.
4. Rizkiawan dari Malang Hadirkan Simbol Gotong Royong dan Kesetaraan
Finalis berikutnya adalah Rizkiawan dari Malang, Jawa Timur. Desain yang dibuat oleh Citra Desain Indonesia ini mengusung tema “Berdaya, Setara, Sinergi Bersama.”
Logo dibangun dari tiga garis utama yang melambangkan tiga cita-cita besar bangsa Indonesia. Elemen pertama menggambarkan daya tahan bangsa dalam menghadapi berbagai perubahan global.
Bentuk kurva yang lentur tetapi kuat terinspirasi dari karakter rotan yang dikenal tangguh dan fleksibel. Elemen kedua menampilkan pola yang menyerupai anyaman, sebagai simbol gotong royong dan kolaborasi.
Pola tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Indonesia lahir dari keterhubungan antarelemen bangsa. Sementara itu, garis yang sejajar melambangkan kesetaraan hak, kedaulatan bangsa, dan arah pembangunan yang inklusif.
Melalui perpaduan ketiga unsur tersebut, Rizkiawan ingin menghadirkan gambaran Indonesia yang tangguh, setara, dan mampu bergerak maju secara bersama-sama.
5. Tiffany Djohan dari Batam Angkat Nilai Demokrasi dan Kemandirian
Finalis terakhir adalah Tiffany Djohan dari Batam, Kepulauan Riau. Melalui karya yang dirancang oleh Sanggar Seni Garuda, Tiffany mengusung konsep “Demokrasi dan Kemandirian.”
Desain tersebut memadukan lima elemen utama yang menggambarkan perjalanan bangsa Indonesia menuju masa depan.
· Jembatan Keberlanjutan
Bentuk yang menghubungkan angka 8 dan 1 melambangkan kesinambungan pembangunan nasional dari generasi ke generasi.
· Balon Percakapan
Siluet menyerupai speech bubble menggambarkan keterbukaan, transparansi, dan kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi.
· Padi dan Kapas
Elemen ini terinspirasi dari Sila Kelima Pancasila yang melambangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
· Pilar Kemandirian
Struktur angka 1 yang tegak dan kokoh mencerminkan kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kekuatan sendiri.
· Bendera Pergerakan
Ruang negatif dalam desain membentuk siluet bendera yang berkibar, sebagai simbol dinamika dan semangat Indonesia untuk terus maju.
Konsep tersebut menggambarkan Indonesia yang demokratis, mandiri, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menyampaikan bahwa pelibatan masyarakat dalam pemilihan logo merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Juri, Presiden menginginkan agar perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI benar-benar menjadi milik rakyat. Karena itu, masyarakat diberikan kesempatan untuk ikut menentukan logo yang akan menjadi wajah resmi peringatan kemerdekaan tahun ini.
“Pak Presiden menginginkan agar rakyat Indonesia terlibat langsung ikut serta dalam menentukan logo serta visual dari logo yang akan digunakan atau ditetapkan sebagai logo hari ulang tahun,” ujar Juri.
Ia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat merupakan bagian dari upaya menghadirkan perayaan kemerdekaan yang lebih inklusif dan melibatkan seluruh elemen bangsa.
Masyarakat dapat memberikan suara melalui situs resmi:
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
· Buka laman resmi pemilihan logo.
· Pilih menu “Rincian Detail” untuk mempelajari filosofi masing-masing desain.
· Klik tombol “Pilih Logo Favorit”.
· Isi identitas lengkap berupa nama, NIK, email aktif, nomor telepon, alamat domisili, dan alasan memilih logo.
· Selesaikan verifikasi Captcha.
· Klik tombol “Kirim dan Pilih”.
· Lakukan verifikasi melalui tautan yang dikirim ke email.
Panitia menegaskan bahwa suara hanya akan dianggap sah setelah proses verifikasi email selesai dilakukan.
Selain ikut menentukan logo resmi Kemerdekaan RI, masyarakat juga berkesempatan memperoleh berbagai hadiah menarik. Sebanyak 300 peserta yang beruntung akan mendapatkan:
· 100 undangan menghadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara.
· 100 paket suvenir resmi HUT RI ke-81.
· 100 bantuan pendidikan.
Program apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan pemerintah kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam menentukan simbol resmi peringatan Kemerdekaan Indonesia tahun 2026.