
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Berkunjung ke Banjarnegara rasanya belum lengkap tanpa mencicipi dawet ayu. Minuman tradisional berbahan cendol hijau, santan, gula merah, dan es ini telah menjadi salah satu identitas kuliner daerah yang berjuluk Kota Dawet Ayu.
Di tengah maraknya minuman kekinian, dawet ayu tetap bertahan sebagai kuliner khas yang digemari masyarakat.
Penjualnya pun mudah ditemukan, mulai dari pasar tradisional, kedai sederhana di pinggir jalan, hingga warung yang menawarkan varian dengan tambahan nangka dan durian.
Bagi Anda yang sedang berada di Banjarnegara dan ingin berburu dawet ayu, berikut lima tempat yang bisa masuk daftar kunjungan.
Bagi pencinta kuliner tradisional, Dawet Ayu Asli Hj. Munardjo menjadi salah satu pilihan yang patut dicoba. Kedai ini berada di Jalan M.T. Haryono No.12-22, Krandegan, Kecamatan Banjarnegara. Informasi lokasi dan jam operasional terkini menunjukkan kedai buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB.
Nama Hj. Munardjo juga dikenal sebagai salah satu penjual dawet ayu legendaris di Banjarnegara. Tempat ini menawarkan dawet ayu original serta varian dengan topping nangka dan durian. Harga dalam sejumlah sumber berada di kisaran Rp7.000–Rp10.000 per porsi.
Jam buka: setiap hari, 08.00–17.00 WIB
Kisaran harga: Rp7.000–Rp10.000 per porsi
Bagi wisatawan yang ingin menikmati dawet ayu dengan nuansa kuliner tradisional yang telah bertahan lintas generasi, tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan.
Jika sedang melintas di jalur nasional kawasan Purwanegara, Es Dawet Ayu Asli Banjarnegara bisa menjadi pilihan untuk beristirahat sekaligus menikmati minuman khas Banjarnegara.
Lokasinya berada di Jalan Nasional 9, Banyumudal, Purwonegoro, Kecamatan Purwanegara. Kedai yang berada di pinggir jalur nasional ini relatif mudah ditemukan pengguna jalan.
Sajian yang ditawarkan mengandalkan komposisi klasik dawet ayu, yakni cendol, santan kelapa, gula merah, dan es.
Jam buka: setiap hari, 08.00–16.00 WIB
Kisaran harga: Rp5.000–Rp12.000 per porsi
Bagi pengendara yang melintas di jalur tersebut, segelas dawet ayu dapat menjadi pilihan sederhana untuk menyegarkan badan sebelum melanjutkan perjalanan.
Pilihan berikutnya adalah Dawet Ayu Yu Par yang berada di Dusun I, Desa Blambangan, Kecamatan Bawang.
Kedainya sederhana dan berada di kawasan pedesaan. Suasana tersebut justru menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati minuman tradisional sekaligus merasakan suasana khas pedesaan Banjarnegara.
Menu yang ditawarkan antara lain dawet ayu original, dawet ayu nangka, dan dawet ayu durian.
Jam buka: setiap hari, 10.00–16.00 WIB
Kisaran harga: Rp5.000–Rp10.000 per porsi
Dengan harga yang relatif terjangkau, Dawet Ayu Yu Par cocok menjadi salah satu persinggahan saat menjelajahi kawasan Bawang dan sekitarnya.
Berada di Jalan Raya Timur Wanadadi, Tapen Krajan, Kecamatan Wanadadi, Dawet Ayu Kang Jamil merupakan salah satu nama yang cukup dikenal dalam kuliner dawet ayu Banjarnegara. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyebutnya sebagai salah satu penjual dawet ayu yang telah bertahan lintas generasi.
Kang Jamil mulai berjualan sekitar 1991. Setelah sempat mengembangkan usaha di Jakarta, ia kembali ke Banjarnegara dan melanjutkan usaha dawet di Tapen.
Salah satu cirinya adalah penggunaan cendol yang dibuat segar untuk penjualan hari itu. Pilihan menunya meliputi dawet ayu original, durian, dan nangka. Harga yang tercantum dalam sumber pariwisata berada di kisaran Rp6.000–Rp15.000 per gelas.
Jam buka: setiap hari, mulai sekitar 09.00 WIB
Kisaran harga: Rp6.000–Rp15.000 per porsi
Jam operasional yang panjang membuat tempat ini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati dawet ayu hingga malam. Informasi jam terkini mencantumkan operasional hingga dini hari, sehingga sebaiknya pengunjung mengecek kembali sebelum datang.
Ingin mencoba dawet ayu dengan cita rasa durian? Dawet Ayu Durian Pak Sarjohadi bisa menjadi pilihan.
Kedai ini berada di Jalan Kilen Peken, Krandegan, Kecamatan Banjarnegara, tepatnya di kawasan pasar tradisional Banjarnegara.
Berbeda dari dawet ayu klasik, sajian di tempat ini mendapat tambahan durian yang memberikan aroma serta rasa khas buah tersebut.
Jam buka: setiap hari, 08.00–16.00 WIB
Harga: sekitar Rp8.000 per porsi
Lokasinya di kawasan pasar memberikan pengalaman tersendiri. Pengunjung dapat menikmati dawet ayu sekaligus merasakan atmosfer pasar tradisional Banjarnegara.
Keberadaan berbagai penjual dawet ayu menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di tengah perubahan selera masyarakat.
Dawet ayu juga memiliki cerita budaya yang kuat. Salah satu cirinya adalah keberadaan pikul yang dahulu digunakan pedagang untuk membawa dua wadah dawet sekaligus ketika berkeliling menawarkan dagangan.
Minuman ini cocok dinikmati kapan saja, terutama saat cuaca panas. Bagi wisatawan, berburu dawet ayu bukan sekadar mencari minuman segar dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk mengenal kuliner dan kehidupan masyarakat Banjarnegara.
Kepala Dinas Indagkop UKM Banjarnegara Adi Cahyono mengatakan penjual dawet ayu di Banjarnegara sebenarnya jauh lebih banyak dari lima tempat yang dikenal masyarakat.
“Kalau jumlah sebenarnya ada ratusan bahkan ribuan, termasuk mereka yang berjualan di pinggir jalan seperti di wilayah Pucang, kompleks Stadion, dan tempat lainnya, termasuk di tempat-tempat wisata yang ada di Banjarnegara,” ujarnya.
Menurutnya, selain penjual perorangan, Banjarnegara juga memiliki komunitas atau paguyuban pedagang dawet ayu.
Karena itu, jika suatu saat berkunjung ke Banjarnegara, jangan hanya mencari oleh-oleh. Luangkan waktu untuk menikmati segelas dawet ayu.
Dari cendol hijau, santan, dan gula merah yang sederhana, tersimpan cerita panjang tentang kuliner tradisional yang terus dipertahankan masyarakat Banjarnegara.