
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Banjarnegara. Sedikitnya tujuh desa di tiga kecamatan mengalami kekeringan akibat sumber mata air dan sumur warga mulai mengering.
Ribuan warga kini bergantung pada distribusi air bersih yang dilakukan setiap hari oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara bersama PMI.
Berdasarkan data BPBD Banjarnegara, desa yang terdampak meliputi Desa Duren, Kebutuh Duwur, dan Kebutuh Jurang di Kecamatan Pagedongan, Desa Serang dan Gemuruh di Kecamatan Bawang, serta Desa Somawangi dan Jalatunda di Kecamatan Mandiraja.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan distribusi air bersih terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
“Hingga saat ini kami telah mendistribusikan lebih dari 180 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut menjangkau 3.049 kepala keluarga atau sekitar 8.699 jiwa yang terdampak langsung kekeringan,” ujar Aji.
Menurutnya, distribusi dilakukan setiap hari menggunakan empat armada tangki air yang terdiri atas tiga truk milik BPBD Banjarnegara dan satu truk milik PMI Banjarnegara.
“Keempat armada tersebut setiap hari bergerak menuju desa-desa yang mengalami kesulitan air bersih. Kami berupaya agar tidak ada warga yang kesulitan memperoleh kebutuhan air untuk memasak, minum maupun keperluan sehari-hari,” katanya.
Di sejumlah desa terdampak, kedatangan truk tangki menjadi momen yang paling dinantikan warga.
Sejak pagi, masyarakat telah menyiapkan jeriken, ember, hingga tandon penampungan di lokasi distribusi. Bagi mereka, bantuan air bersih menjadi satu-satunya sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah sumur dan mata air mulai mengering.
Sebagian warga bahkan harus mengubah kebiasaan sehari-hari dengan menghemat penggunaan air, sementara lainnya terpaksa mencari sumber air alternatif sebelum akhirnya mengandalkan bantuan dari pemerintah.
BPBD Banjarnegara terus memantau perkembangan kekeringan di lapangan. Jika jumlah desa terdampak bertambah, distribusi air bersih akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat.
Aji juga meminta pemerintah desa aktif melaporkan kondisi di wilayah masing-masing agar bantuan dapat segera disalurkan secara tepat sasaran.
“Kami berharap masyarakat menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau berlangsung. BPBD bersama PMI dan berbagai pihak akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Memasuki puncak musim kemarau, BPBD Banjarnegara mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering, seperti kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
BPBD menilai koordinasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak musim kemarau.
Dengan kondisi cuaca yang masih didominasi hari tanpa hujan, kebutuhan distribusi air bersih diperkirakan terus meningkat. BPBD memastikan layanan penyaluran air bersih akan tetap dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan.