
SERAYUNEWS – Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi negeri paling diminati calon mahasiswa dalam jalur UTBK SNBT 2026.
Setiap tahunnya, peminat ITB mencapai puluhan ribu orang, menjadikannya kampus dengan tingkat persaingan yang sangat ketat di Indonesia.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang dikenal unggul di bidang sains, teknologi, dan rekayasa, ITB memiliki reputasi nasional maupun internasional yang kuat.
Kampus ini berlokasi di tiga area utama di Jawa Barat, yakni Kampus Ganesha (Bandung), Kampus Jatinangor (Sumedang), dan Kampus Cirebon.
Berdasarkan tren peminat pada SNBT sebelumnya dan proyeksi daya tampung SNBT 2026, terdapat tujuh fakultas dan sekolah yang menjadi favorit calon mahasiswa.
Berikut fakultas dan sekolah dengan jumlah peminat tertinggi serta daya tampung yang tersedia:
FTTM menjadi fakultas dengan jumlah peminat tertinggi pada SNBT sebelumnya. Jumlah pendaftar mencapai hampir 5.000 orang, sementara daya tampung SNBT 2026 dipatok sekitar 105 kursi.
Fakultas ini menaungi program studi seperti Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, dan Teknik Geofisika yang berfokus pada eksplorasi dan pengelolaan sumber daya energi dan mineral.
STEI-K mencatat lebih dari 3.500 pendaftar. Program ini berfokus pada bidang teknologi informasi, sistem komputasi, dan rekayasa elektro yang sangat relevan dengan kebutuhan industri digital.
Dengan tingginya minat terhadap bidang kecerdasan buatan, data science, dan rekayasa perangkat lunak, persaingan masuk STEI-K tergolong sangat ketat.
FITB diminati hampir 2.700 calon mahasiswa. Fakultas ini mempelajari kebumian, eksplorasi sumber daya alam, meteorologi, dan oseanografi.
Program-program di FITB banyak dibutuhkan dalam sektor energi, mitigasi bencana, dan lingkungan hidup.
FTMD menarik lebih dari 2.500 pendaftar setiap tahunnya. Fakultas ini mencakup bidang teknik mesin, teknik dirgantara, dan teknik material.
Keahlian lulusan FTMD sangat dibutuhkan dalam industri manufaktur, transportasi, hingga industri penerbangan.
Di luar rumpun teknik, SBM menjadi salah satu pilihan populer dengan peminat hampir 2.500 orang. SBM ITB dikenal dengan pendekatan pembelajaran berbasis kewirausahaan dan manajemen modern.
Program ini banyak diminati calon mahasiswa yang ingin menggabungkan kemampuan bisnis dengan pemahaman teknologi.
FSRD juga menarik ribuan pendaftar. Fakultas ini memiliki daya tampung relatif besar dibandingkan beberapa fakultas lainnya.
Program studi di FSRD meliputi desain produk, desain komunikasi visual, seni rupa, hingga kriya yang berorientasi pada industri kreatif.
STEI-R berfokus pada rekayasa teknologi dan sistem elektro. Peminatnya juga mencapai ribuan orang setiap tahun.
Bidang ini erat kaitannya dengan perkembangan teknologi industri, sistem tenaga listrik, serta rekayasa sistem cerdas.
Dalam sistem penerimaan mahasiswa baru melalui SNBT, ITB menerapkan mekanisme yang berbeda dibandingkan beberapa perguruan tinggi lain.
Calon mahasiswa tidak langsung memilih program studi, melainkan mendaftar ke fakultas atau sekolah terlebih dahulu.
Setelah dinyatakan lolos, mahasiswa akan mengikuti Tahap Persiapan Bersama (TPB) selama satu tahun.
Pada fase ini, mahasiswa mendapatkan mata kuliah dasar seperti matematika, fisika, kimia, serta pengantar rekayasa atau keilmuan dasar lainnya.
Setelah menyelesaikan TPB, mahasiswa baru dapat memilih program studi secara lebih spesifik berdasarkan minat dan capaian akademik selama masa persiapan.
Sistem ini memberikan ruang eksplorasi akademik sebelum menentukan jurusan akhir.
Bagi siswa yang menargetkan ITB dalam UTBK 2026, memahami rasio peminat dan daya tampung menjadi langkah awal yang penting.
Fakultas seperti FTTM dan STEI-K memiliki jumlah pendaftar yang jauh melampaui kuota tersedia sehingga persaingan sangat ketat.
Beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain:
Data peminat yang dirilis secara resmi setiap tahun dapat menjadi referensi penting dalam menentukan strategi pendaftaran.