
SERAYUNEWS – Festival Nelayan 2026 akan menghadirkan atraksi baru dalam tradisi Sedekah Laut Kabupaten Cilacap. Untuk pertama kalinya, Jolen Tunggul akan diarak dari Titik Nol Cilacap menuju Pendopo Wijayakusuma pada Senin (6/7/2026) malam.
Tradisi baru tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat nilai budaya dalam Sedekah Laut yang telah menjadi agenda tahunan masyarakat pesisir Cilacap.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, mengatakan arak-arakan Jolen Tunggul menjadi pembeda Festival Nelayan 2026 dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini ada tambahan arak-arakan Jolen Tunggul. Kalau sebelumnya jolen utama sudah berada di Pendopo, sekarang akan diarak dari Titik Nol menuju Pendopo Kabupaten Cilacap setelah Maghrib,” ujar Budi, Kamis (18/6/2026).
Arak-arakan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Jolen Tunggul akan dibawa oleh jajaran Disparpora sebelum diserahkan kepada tokoh-tokoh nelayan untuk mengikuti rangkaian prosesi budaya berikutnya.
Jolen Tunggul merupakan jolen utama yang menjadi persembahan Bupati Cilacap dalam tradisi Sedekah Laut. Jolen tersebut melambangkan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya masyarakat nelayan sekaligus menjadi simbol rasa syukur atas hasil laut yang menjadi sumber penghidupan warga pesisir.
Festival Nelayan 2026 sendiri akan digelar pada Selasa, 7 Juli 2026, bertepatan dengan Selasa Kliwon.
Penetapan hari pelaksanaan merupakan hasil kesepakatan para tokoh nelayan. Sebab, pada bulan Sura tahun ini tidak terdapat Jumat Kliwon yang biasanya menjadi waktu pelaksanaan Sedekah Laut.
Rangkaian Festival Nelayan akan dimulai pada Senin (6/7/2026) siang dengan kegiatan ziarah ke Karang Bandung. Selanjutnya, pada malam hari digelar tirakatan di Pendopo Wijayakusuma Cilacap.
Puncak acara berlangsung pada Selasa pagi, saat seluruh jolen diarak dari Pendopo menuju Pantai Teluk Penyu untuk kemudian dilarung ke Laut Selatan sebagai bagian dari prosesi Sedekah Laut.
Tahun ini, sebanyak 10 jolen akan mengikuti Festival Nelayan 2026. Jumlah tersebut terdiri atas satu Jolen Tunggul, satu jolen milik Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta delapan jolen dari kelompok nelayan yang berasal dari berbagai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Cilacap.
Selain prosesi budaya, masyarakat juga akan disuguhi berbagai kegiatan pendukung, mulai dari bazar UMKM, pertunjukan ebeg, orkes musik, hingga pagelaran wayang kulit.
Budi berharap tambahan arak-arakan Jolen Tunggul dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat makna Sedekah Laut sebagai wujud rasa syukur dan doa keselamatan bagi para nelayan yang mencari nafkah di laut.