
SERAYUNEWS- Hari yang dinantikan warga belajar Sekolah Adzkia tiba. Sekolah berbasis fitrah yang ada di Banjarnegara ini merayakan perkembangan para siswa.
Minggu, 18 Januari 2026, Sekolah Adzkia menyelenggarakan Panen Raya 2026. Kegiatan bermakna ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00.
Panen Raya 2026 memiliki konsep besar sebagai rangkaian drama musikal. Drama ini menceritakan seorang anak, Mentari, yang tengah gelisah karena skripsi tak kunjung selesai.
Di tengah kegelisahan, Mentari mengingat perjalanan dari KB hingga SM (setara SMP). Ia kembali menjelajahi berbagi proses pembelajaran.
Untuk menggambarkan proses itu, siswa-siswa KB hingga SM menyuguhkan beragam penampilan berikut.
Khusus untuk penampilan siswa-siswa SM, mereka menggunakan Bahasa Inggris. Mereka melafalkan narasi, dialog, dan puisi dengan cukup jelas
Selain itu, ada beberapa penampilan lain seperti presentasi riset, paduan suara murid, penampilan guru, dan orang tua.
Siswa-siswa SM menyajikan hasil riset tentang boardgame edukatif bertema diabetes dan pembentukan komunitas untuk mengurangi penggunaan gawai.
Uniknya, dalam kegiatan ini siswa-siswa kelas 4 juga berkesempatan menjadi panitia. Mereka belajar menjadi penerima tamu, menyiapkan perlengkapan pentas, dan mendampingi siswa-siswa KB-TK di Kids Corner.
Selain drama musikal, Panen Raya 2026 juga menyuguhkan berbagai stan dalam bazar. Para sponsor membuka stan makanan, kosmetik, vitamin, hingga aksesori.
Siswa-siswa kelas 5 SD dan SM juga berjualan dengan membuka stan beraneka makanan dan minuman.
Kelas 5 SD berencana melakukan Ekspedisi Mataram. Stan ini merupakan salah satu cara mereka mengumpulkan biaya perjalanannya.
Kemudian, SM mempunyai rencana menjalankan Ekspedisi Truly ASEAN. Dengan berjualan di sini, mereka berusaha menabung biaya ekspedisi.
Tak hanya itu, ada juga stan karya siswa dan percobaan sains. Pengunjung dapat menyaksikan berbagai karya siswa, seperti lukisan, kerajinan tangan, dan lain-lain.
Untuk stan percobaan sederhana, pengunjung dapat mempraktikkan langsung. Hal tersebut tentu menjadi daya tarik tersendiri.
Radhinal Ikrimah Zein, Bunda dari Majesty Sofya Sukoco Zein, merasa terharu dan bangga. Ia bahkan sempat menangis.
Apalagi, putrinya berperan sebagai Mentari di jenjang SM dan kuliah. Sofya saat ini masih duduk di kelas 7 Ibnu Sina.
Menurutnya, menyaksikan drama yang Sofya perankan, seperti melihat kehidupan sang putri.
“Cerita sangat relate dengan kehidupan Mbak Sofya. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Kita tumbuh dari kecil sampai anak kelas 6, ada nilai pentingnya untuk makin bertumbuh lebih baik,” ungkap Bunda Sofya.
Bu Izza, Wali Kelas 3 Sa’ad bin Abi Waqqash, merasa bersyukur, lega, dan bahagia. Proses panen raya yang sudah dilaksanakan hingga tuntas menjadi pengalaman berharga, penuh pembelajaran, kerja sama, dan kebersamaan.
“Semoga apa yang telah dilakukan menjadi amal kebaikan dan memberi manfaat bagi semua,” ujar Bu Izza.
Sementara itu, salah seorang siswa, Abdullah Bakkar Al Jawwaz, turut mengungkapkan perasaannya. Dia merasa Panen Raya tahun ini sedikit tegang karena harus menyajikan laporan riset di panggung.
Abdul merupakan siswa kelas 8 Muhammad Al Fatih yang menjadi Ketua OSIS dan salah satu inisiator Offline Squad. Komunitas ini merupakan hasil riset kelompoknya.
“Tapi selebihnya, aku merasa senang. Di Panen Raya tahun ini ada banyak penampilan mulai dari KB, TK, SD, dan SM. Ada banyak jajanan dan banyak juga pameran karya-karya,” jelas Abdul.
Dari drama musikal Panen Raya 2026, kita semakin menyadari satu hal. Anak-anak yang ditumbuhkan dengan cinta dan dibesarkan oleh nilai siap menjalani masa depan.***