
SERAYUNEWS-Dua pemain dari dua klub yang berbeda di Liga 4 disanksi tak boleh beraktivitas di sepak bola seumur hidup. Dua pemain itu adalah M Hilmi Gimnastiar dari Putra Jaya Pasuruan yang main di Liga 4 Jawa Timur dan Dwi Pilihanto Nugroho dari KAFI FC yang main di Liga 4 Yogyakarta.
Hilmi mendapat sorotan sangat tajam. Kala itu pada 5 Januari 2026, tim yang dia bela yakni Putra Jaya Pasuruan bermain melawan Perseta 1970. Di sebuah momen, Hilmi terlihat menendang dada pemain Perseta 1970 Firman Nugraha.
Kala itu, Firman langsung terkapar. Hilmi kemudian dapat kartu merah dari wasit. Fakta tendangan brutal itu tersaji di dunia maya. Komentar pedas pun berdatangan dari netizen atas tindakan Hilmi. Lalu, PSSI Jatim menghukum Hilmi yakni denda Rp2,5 juta dan dilarang beraktivitas di sepak bola seumur hidup. Hilmi masih bisa banding atas putusan ini.
Di sisi lain, Putra Jaya memutuskan memecat Hilmi. Sebagai seorang pemain sepak bola di Liga 4, umur Hilmi masih sangat muda, yakni 20 menuju 21 tahun.
Sehari berselang kejadan mirip terjadi di Liga 4 Yogyakarta. Insiden terjadi ketika pertandingan UAD vs KAFI FC. Dalam sebuah momen, Dwi Pilihanto Nugroho mengangkat kaki sangat tinggi dan kemudian mengenai wajah sang lawan.
Atas insiden itu, wasit hanya memberi kartu kuning pada Dwi. Lalu, PSSI Yogyakarta melalui Instagramnya mengumumkan bahwa badan disiplinnya memutuskan mendenda Dwi yakni uang Rp1 juta dan tidak boleh beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.