
SERAYUNEWS-Ratusan pembalap dari berbagai daerah memadati Sirkuit Non Permanen Alun-Alun Purbalingga dalam gelaran Casytha Manahadap Roadrace Seri 2026 Putaran 1, Minggu (31/5/2026). Perhelatan tersebut dibuka oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif didampingi Ketua DPRD HR Bambang Irawan, Kapolres AKBP Anita Indah Setyaningrum dan jajaran Forkompimda.
Ajang bergengsi tingkat provinsi ini mendapat sambutan luar biasa dari para pembalap maupun pecinta otomotif. Sebanyak 335 starter dari 55 tim turut ambil bagian, mewakili berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY hingga Bali. Tak hanya lintasan yang dipenuhi peserta, area penonton pun tampak ramai namun tetap tertib menikmati setiap jalannya perlombaan.
Dalam sambutannya, Bupati Fahmi menyampaikan apresiasi kepada Casytha Arriwi Kathmandu serta Manahadap Manajemen yang telah mempercayakan Purbalingga sebagai lokasi penyelenggaraan putaran pertama kejuaraan tersebut.
“Kami dari Pemkab Purbalingga berharap road race kali ini dapat memberikan manfaat bagi Kabupaten Purbalingga, mulai dari menggerakkan UMKM hingga semakin memeriahkan daerah kita. Selamat bertanding untuk seluruh pembalap,” ujarnya.
Lebih dari sekadar mencari pemenang, Fahmi menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan ajang ini sebagai sarana pembinaan atlet balap usia muda. Menurutnya, kejuaraan seperti ini dapat menjadi wadah lahirnya talenta-talenta baru yang kelak mengharumkan nama daerah dan bangsa.
Ia pun menyinggung kiprah pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang saat ini tengah menjadi kebanggaan nasional.
“Kalau kita lihat sekarang ada Veda Ega Pratama yang berprestasi di level internasional. Harapannya, dari kejuaraan seperti ini akan lahir Veda-Veda baru. Akan lebih membanggakan lagi jika salah satunya berasal dari Purbalingga,” katanya.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Purbalingga berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olahraga balap motor. Dukungan itu diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pembalap potensial yang tidak hanya bersaing di tingkat kejurprov dan nasional, tetapi juga mampu menembus panggung internasional
Ketua Panitia, Santo Dwiatmono, menjelaskan bahwa kejuaraan ini merupakan seri perdana dari tiga putaran sepanjang tahun 2026. Purbalingga dipilih sebagai tuan rumah putaran pertama karena tingginya antusiasme pembalap lokal.
“Purbalingga dipilih karena antusias pembalap lokal sangat besar. Terlihat dari kelas-kelas lokal yang seluruh posisi grid-nya terisi penuh,” ungkap Santo.

Sebanyak 10 kelas dipertandingkan dalam kejuaraan ini, mulai dari kelas Point Utama Novice, Point Utama Open, Point 2T, Point Lokal Jateng, Point Ex Rider, Point Pocket Bike, hingga kelas-kelas lokal Kabupaten dan Dulongmas. Berbagai jenis motor turun lintasan, mulai dari bebek 2-tak dan 4-tak, motor sport 2-tak, hingga pocket bike yang diikuti anak-anak usia 5 hingga 11 tahun dengan kapasitas mesin 116 cc hingga 150 cc.