
SERAYUNEWS-Aman Waliyudin terpilih menjadi Ketua Tanfiziah Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Purbalingga periode 2026-2031. Pengumuman tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Ketetapan Tim Koordinator DPP PKB Tentang Calon Pimpinan Dewan Tanfidz DPC PKB Masa Bakti 2026-2031 Se-Provinsi Jawa Tengah, yang dilakukan secara daring, di kantor DPC PKB Purbalingga, Kamis (11/6/2026).
Wakil Sekretaris DPC PKB Kabupaten Purbalingga Vandi Romadhon, dalam press release mengatakan acara tersebut dihadiri oleh Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) dan calon ketua DPC PKB Purbalingga yang telah mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK). “Pak Aman tidak hadir karena beliau sedang melaksanakan ibadah haji,” ujar Vandi.

Pengumuman nama-nama Ketua DPC PKB seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah disampaikan oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB Ida Fauziah. Sebelumnya sejumlah nama masuk nominasi calon ketua DPC PKB Purbalingga. Masing-masing Aman Waliyudin yang merupakan ketua DPC PKB 2021-2026, Miswanto, Puput Adi Nugroho, Sabila Rizki Febriana, Willy Rose, Sukhedi, Mahendra Farizal (mantan cawabup), Hadi Iswanto dan Siti Mutmainah.
“Setelah ditetapkan menjadi ketua, pak Aman sekaligus menjadi ketua formatur dan bertugas membentuk kepengurusan DPC PKB Purbalingga periode 2026-2032,” tandas Vandi.
Sementara itu Aman Waliyudin saat dikonfirmasi serayunews.com mengatakan dirinya malah belum mendapatkan informasi terkait penunjukan sebagai ketua DPC PKB Purbalingga. Wakil ketua DPRD Purbalingga tersebut mengatakan dirinya masih fokus menunaikan ibadah haji.
“Mengenai garis besar program, yang terpenting adalah membangun kebersamaan demi kebesaran PKB. Tentunya melalui program nyata di segala bidang. Terutama bidang pertanian, kepemudaan, perempuan dan keagamaan,” ujarnya melalui pesan tertulis.
Seperti diberitakan sebelumnya, DPC PKB Purbalingga telah melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab), di Hotel Grand Braling, Sabtu (18/4/2026). Muscab adalah forum resmi tertinggi di tingkat kabupaten/kota. Agenda didalamnya adalah menghasilkan kebijakan lima tahunan sekaligus proses untuk reorganisasi kepengurusan.
“Muscab agenda lima tahunan, nanti di forum itu akan dilakukan proses evaluasi pengurus DPC berjalan, menghasilkan rekomendasi program pengurus selanjutnya sekaligus sebagai tahapan penetapan calon ketua DPC selanjutnya,” ujar Vandi.
peserta Muscab adalah perwakilan dari pengurus tingkat kecamatan atau DPAC. Selain itu agenda juga diikuti oleh seluruh pengurus DPC baik Tanfidziah maupun unsur Syuro.