
SERAYUNEWS- Tradisi membeli baju baru menjelang Idul Fitri selalu menjadi momen yang dinanti. Namun di tengah euforia diskon dan tren fesyen musiman, tak sedikit keluarga justru kebablasan hingga pengeluaran membengkak tajam.
Fenomena ini kerap terjadi karena dorongan emosional, promosi besar-besaran, serta keinginan tampil serba baru saat Hari Raya. Padahal, perencanaan yang matang dapat membuat belanja tetap hemat tanpa mengurangi makna perayaan.
Dalam ajaran Islam, mengenakan pakaian terbaik saat Idul Fitri memang dianjurkan. Namun anjuran tersebut tidak identik dengan perilaku boros atau berlebihan. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Dalam Islam, umat dianjurkan memakai pakaian terbaik ketika merayakan hari besar. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
1. Surah Al-A’raf ayat 31
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ
Artinya: “Wahai anak Adam, pakailah pakaian terbaikmu setiap kali memasuki masjid.”
Ayat ini menjadi dasar bahwa berhias dan memakai pakaian terbaik ketika beribadah, termasuk salat Id, adalah hal yang dianjurkan.
2. Surah Al-Baqarah ayat 195
وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya: “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Ayat ini menegaskan bahwa semangat berhias saat hari raya tetap harus dalam batas kewajaran dan tidak berujung pada pemborosan.
Dalam sejumlah riwayat, sahabat seperti juga disebut menghadiahkan pakaian bagus untuk dikenakan Rasulullah saat hari raya, menunjukkan pentingnya tampil rapi dan pantas tanpa berlebih-lebihan.
Mengatur anggaran sebelum berburu busana menjadi langkah paling mendasar. Tentukan batas maksimal belanja sesuai kondisi keuangan keluarga agar tidak mengganggu kebutuhan pokok lainnya.
Selain itu, buat daftar kebutuhan secara spesifik. Pisahkan antara kebutuhan wajib dan keinginan tambahan. Cara ini efektif menahan godaan diskon besar yang sering memicu pembelian impulsif.
Bandingkan harga di beberapa toko, baik offline maupun marketplace online. Perbedaan harga yang tipis sekalipun dapat berdampak signifikan jika membeli untuk seluruh anggota keluarga.
Banyak orang tergoda membeli lebih dari satu set pakaian demi variasi gaya saat silaturahmi. Padahal satu set busana berkualitas baik sudah cukup untuk dikenakan saat salat Id dan acara keluarga.
Memilih bahan yang nyaman dan tahan lama juga menjadi investasi jangka panjang. Busana yang awet masih bisa digunakan untuk acara lain setelah Lebaran, sehingga tidak sekadar menjadi pakaian musiman.
Promo besar menjelang Idul Fitri memang menggiurkan. Namun diskon bukan alasan untuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Gunakan promo hanya jika memang sudah masuk dalam daftar belanja. Hindari pola pikir mumpung murah yang sering kali berujung pada pengeluaran tidak terkontrol.
Tidak semua harus serba baru. Memadukan atasan baru dengan bawahan lama yang masih layak pakai bisa menjadi solusi hemat dan tetap modis.
Konsep ini sejalan dengan prinsip Islam yang menekankan kesederhanaan dan menjauhi israf (berlebihan).
Lebaran bukan sekadar ajang pamer busana terbaru. Orang tua dapat menjelaskan kepada anak bahwa esensi Idul Fitri adalah kemenangan spiritual setelah Ramadan.
Dengan pemahaman tersebut, anak akan belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari mahalnya pakaian yang dikenakan.
Perencana keuangan menyarankan alokasi dana khusus untuk kebutuhan Lebaran sejak jauh hari. Dengan menabung bertahap, beban pengeluaran tidak terasa berat ketika Ramadan tiba.
Selain belanja pakaian, keluarga juga perlu mempersiapkan anggaran untuk zakat fitrah, sedekah, dan kebutuhan konsumsi selama hari raya.
Belanja online menjelang Idul Fitri membantu masyarakat mengatur anggaran dengan lebih terkontrol karena bisa membandingkan harga secara cepat. Begini cara cerdas belanja online:
1. Buat Daftar Belanja
Tulis kebutuhan sebelum buka aplikasi.
Agar tidak tergoda promo dadakan.
2. Bandingkan Harga
Cek beberapa toko sekaligus.
Pilih yang paling hemat dan terpercaya.
3. Gunakan Voucher
Manfaatkan diskon dan gratis ongkir.
Pastikan benar-benar potong harga.
4. Cek Ulasan Produk
Baca rating dan review pembeli.
Hindari barang murah kualitas buruk.
5. Jangan Belanja Emosional
Tunda checkout saat sedang kalut.
Belanja lebih bijak saat pikiran tenang.
6. Simpan di Keranjang Dulu
Diamkan 1–2 hari sebelum bayar.
Agar yakin itu memang perlu.
7. Tetapkan Anggaran
Buat batas belanja bulanan.
Jangan lewat dari nominal yang ditentukan.
8. Manfaatkan Promo Besar
Belanja saat event diskon.
Fokus hanya pada kebutuhan utama.
Banyaknya promo, cashback, dan gratis ongkir membuat pengeluaran lebih hemat dibanding belanja langsung di toko.
Transaksi juga lebih praktis sehingga menghemat waktu dan biaya transportasi ke pusat perbelanjaan.
Dengan perencanaan yang tepat, kebutuhan Lebaran tetap terpenuhi tanpa membuat keuangan keluarga terganggu.
Belanja baju Lebaran sejatinya bukan hal yang dilarang, bahkan dianjurkan untuk tampil rapi dan terbaik saat beribadah. Namun ajaran Islam juga menekankan keseimbangan antara berhias dan tidak berlebih-lebihan.
Dengan perencanaan matang, masyarakat tetap bisa merayakan Idul Fitri secara khidmat tanpa tekanan finansial setelahnya.