
SERAYUNEWS – Belakangan ini, linimasa media sosial ramai membicarakan istilah “kerudung jahat”. Apa itu?
Banyak yang penasaran, bahkan tak sedikit yang bingung: apakah ini jenis hijab tertentu? Kenapa disebut “jahat”?
Apakah ada makna negatif di balik namanya? Jika Anda juga bertanya-tanya hal serupa, artikel ini akan membantu menjawabnya dengan penjelasan yang lugas dan mudah dipahami.
Istilah “kerudung jahat” memang terdengar unik, cenderung nyeleneh, dan memancing rasa ingin tahu.
Namun, di balik namanya, tren ini justru lekat dengan dunia fesyen hijab yang anggun dan estetis. Berikut ulasan lengkapnya.
Melansir dari berbagai media sosial, kerudung jahat adalah pashmina viscose yang sedang ngetren.
Jadi, jika Anda bertanya apakah yang dimaksud “kerudung jahat” itu model hijab pashmina, jawabannya: iya.
Kerudung jahat merujuk pada model hijab panjang yang di-set rapi, memberikan tampilan cantik dan memikat.
Nama “jahat” digunakan secara kiasan untuk menekankan daya tarik visualnya, bukan sebagai konotasi negatif.
Dengan kata lain, ini bukan istilah resmi dalam dunia mode, melainkan sebutan populer yang lahir dari kreativitas warganet.
Biasanya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan hijab pashmina yang ketika dikenakan bisa membuat penampilan terlihat “terlalu” menawan, hingga disebut “jahat” secara bercanda.
Pertanyaan paling sering muncul tentu saja: kenapa harus disebut “jahat”?
Dalam konteks ini, kata “jahat” tidak merujuk pada makna buruk atau melanggar nilai tertentu.
Sebaliknya, istilah ini dipakai sebagai bahasa hiperbolis.
Tujuannya untuk menekankan efek visual yang kuat dari gaya hijab tersebut, terlihat sangat memikat, elegan, dan menonjolkan keindahan wajah pemakainya.
Di era media sosial, penggunaan istilah hiperbola memang kerap dipakai agar suatu tren lebih mudah diingat dan cepat viral.
Sama seperti istilah-istilah lain yang muncul di dunia fesyen dan kecantikan, “kerudung jahat” hadir sebagai label yang catchy dan mudah melekat di benak audiens.
Agar tidak salah kaprah, berikut beberapa ciri utama dari gaya hijab yang kerap disebut sebagai kerudung jahat:
• Karakteristik: Hijab ini panjang dan diatur sedemikian rupa sehingga menonjolkan keindahan wajah, sering kali dianggap sebagai gaya yang elegan dan mempesona.
Pashmina yang digunakan umumnya berbahan viscose karena teksturnya yang jatuh, ringan, dan mudah dibentuk.
Panjang hijab memungkinkan berbagai variasi styling, terutama untuk tampilan formal maupun semi-formal.
Selain itu, gaya ini biasanya menampilkan lipatan yang rapi di bagian depan, dengan sisi hijab yang menjuntai simetris atau sedikit asimetris untuk memberikan kesan anggun.
Popularitas kerudung jahat tidak lepas dari peran media sosial, khususnya platform video pendek.
Banyak kreator konten hijab yang membagikan tutorial styling dengan hasil akhir yang estetik dan “niat”.
• Popularitas: Banyak tutorial yang menjelaskan cara styling hijab ini, seperti penggunaan pentul untuk menjaga bentuknya agar tetap rapi dan estetik.
Tutorial tersebut memperlihatkan bahwa dengan teknik yang tepat, pashmina sederhana bisa disulap menjadi tampilan yang terlihat mahal dan elegan.
Inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk mencoba, baik untuk acara kondangan, kerja, hingga sesi pemotretan.
Selain itu, gaya kerudung jahat dinilai fleksibel. Anda bisa memadukannya dengan busana polos maupun bermotif tanpa khawatir terlihat berlebihan.
Agar tidak terjadi salah paham, penting untuk menegaskan kembali makna di balik istilah ini.
• Konsep “Jahat”: Istilah ini lebih bersifat hiperbolis, menggambarkan efek “memikat” yang kuat dari gaya hijab tersebut, bukan dalam arti negatif.
Dalam budaya populer, kata-kata dengan makna ekstrem kerap dipakai untuk menunjukkan kekaguman.
“Jahat” dalam konteks ini justru bisa dimaknai sebagai pujian, karena hasil akhirnya dinilai terlalu bagus, terlalu cantik, dan terlalu menarik perhatian.
Selama penggunaannya tetap dalam konteks yang sopan dan sesuai nilai yang dianut, gaya hijab ini tidak bermasalah.
Justru, ia menjadi salah satu bukti bahwa dunia fesyen muslim terus berkembang dan kreatif.
Jika Anda tertarik mencoba tren ini, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan.
Pertama, pilih bahan pashmina yang adem dan tidak licin agar nyaman dipakai seharian. Kedua, gunakan peniti atau pentul secukupnya, cukup untuk menjaga bentuk, tanpa membuat hijab terasa berat.
Terakhir, sesuaikan styling dengan aktivitas Anda. Untuk kegiatan formal, gaya yang rapi dan simetris bisa jadi pilihan.
Sementara untuk acara santai, Anda bisa memilih lipatan yang lebih sederhana namun tetap estetik.
Jadi, kerudung jahat bukanlah istilah yang perlu dipahami secara harfiah. Ia hanyalah sebutan populer untuk gaya hijab pashmina viscose yang ditata rapi dan terlihat sangat memikat.
Nama yang unik justru menjadi daya tarik tersendiri dan membuat tren ini cepat dikenal luas.
Kini, Anda tak perlu bingung lagi saat mendengar istilah tersebut. Kerudung jahat adalah bagian dari dinamika fesyen hijab masa kini, kreatif, ekspresif, dan penuh gaya.***