
SERAYUNEWS — Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banyumas menggelar Forum Konsultasi Publik 2026 pada Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah dialog terbuka bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi, saran, maupun kritik konstruktif terhadap layanan BPOM.
Forum tersebut digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi dalam pengawasan obat dan makanan.
Kepala Balai POM di Banyumas, Gidion, S.Si., M.Sc., mengatakan forum ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi sarana evaluasi dan penguatan komunikasi dengan masyarakat.
“Forum konsultasi publik ini kami adakan setiap tahun sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan publik. Kami mengundang berbagai unsur untuk memberikan masukan dan saran yang membangun,” ujarnya.
Forum Konsultasi Publik tersebut mengusung konsep pentahelix, dengan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan.
Peserta yang hadir berasal dari kalangan pemerintah, akademisi, media massa, serta masyarakat umum yang memiliki keterkaitan dengan sektor pengawasan obat dan makanan.
Melalui forum ini, BPOM Banyumas berharap terbangun sinergi yang lebih kuat dalam meningkatkan kualitas pengawasan serta pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gidion juga menjelaskan bahwa BPOM Banyumas kini semakin proaktif dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Selain pelayanan di kantor utama, masyarakat juga dapat mengakses layanan konsultasi maupun pengurusan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) di sejumlah daerah yang menjadi wilayah kerja BPOM Banyumas.
Langkah ini dilakukan untuk mempermudah pelaku usaha dan masyarakat dalam mendapatkan layanan pengawasan obat dan makanan secara cepat dan transparan.
Gidion mengungkapkan, berdasarkan tren perizinan yang masuk, sektor produk pangan masih mendominasi permohonan yang diajukan ke BPOM Banyumas.
Namun demikian, sektor obat tradisional juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, terutama di wilayah Cilacap, Banyumas, dan Purbalingga yang menjadi basis pelaku usaha skala besar.
BPOM Banyumas menegaskan seluruh masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Dengan langkah ini, pengawasan obat dan makanan diharapkan tidak hanya berjalan optimal secara teknis, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi perlindungan konsumen.