
SERAYUNEWS – Daging kambing menjadi salah satu makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat, terutama saat momen Iduladha atau acara keluarga.
Olahan seperti sate kambing, gulai, tongseng, hingga tengkleng sering menjadi favorit karena memiliki cita rasa khas dan gurih.
Namun di tengah popularitasnya, masih banyak ibu hamil dan menyusui yang merasa khawatir mengonsumsi daging kambing.
Tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa daging kambing dapat menyebabkan tekanan darah naik, kolesterol meningkat, hingga berdampak kurang baik bagi ibu maupun bayi.
Anggapan tersebut membuat sebagian ibu memilih menghindari daging kambing selama masa kehamilan dan menyusui.
Padahal, daging kambing sebenarnya mengandung berbagai zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh, terutama protein hewani dan zat besi.
Para ahli gizi menilai konsumsi daging kambing tetap diperbolehkan selama diolah dengan benar dan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Daging kambing dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang baik. Dalam 100 gram daging kambing terdapat kandungan protein yang cukup tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian ibu hamil maupun menyusui.
Selain protein, daging kambing juga mengandung zat besi, zinc, vitamin B12, dan berbagai mineral lain yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh serta membantu pembentukan sel darah merah.
Bagi ibu hamil, asupan protein sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan janin dan menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama kehamilan.
Sementara pada ibu menyusui, protein membantu proses pemulihan pascamelahirkan sekaligus mendukung produksi ASI.
Beberapa ahli gizi juga menyebut kandungan lemak pada daging kambing ternyata tidak selalu lebih tinggi dibandingkan daging sapi.
Dalam jumlah tertentu, daging kambing bahkan memiliki kadar kalori dan lemak yang lebih rendah dibanding sebagian potongan daging sapi.
Karena itu, konsumsi daging kambing tidak selalu identik dengan risiko kesehatan selama pengolahannya tepat dan porsinya tidak berlebihan.
Ibu hamil dan menyusui pada dasarnya diperbolehkan mengonsumsi daging kambing. Para ahli menyebut daging kambing aman dikonsumsi selama dimasak hingga matang sempurna dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Protein hewani dalam daging kambing justru dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan yang meningkat selama masa kehamilan dan menyusui.
Meski demikian, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar konsumsi daging kambing tetap aman bagi ibu dan bayi.
Pertama, daging harus dimasak hingga benar-benar matang. Ibu hamil sebaiknya menghindari sate atau olahan setengah matang karena berisiko mengandung bakteri maupun parasit yang dapat membahayakan kesehatan janin.
Kedua, konsumsi daging kambing perlu dibatasi dalam porsi wajar. Mengonsumsi terlalu banyak makanan tinggi lemak dan santan secara bersamaan dapat memicu gangguan pencernaan hingga meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang.
Selain itu, ibu menyusui juga dianjurkan memperhatikan kondisi bayi setelah mengonsumsi daging kambing.
Meski jarang terjadi, protein tertentu dari makanan ibu terkadang dapat memicu reaksi alergi pada bayi seperti ruam kulit, perut kembung, atau bayi menjadi lebih rewel.
Jika muncul gejala tidak biasa setelah menyusui, konsumsi daging kambing sebaiknya dihentikan sementara dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Agar manfaat gizinya tetap optimal, proses pengolahan daging kambing perlu diperhatikan dengan baik. Banyak ahli menilai masalah kesehatan bukan berasal dari daging kambing itu sendiri, melainkan dari penggunaan bumbu berlebihan seperti garam, santan, minyak, dan gula.
Karena itu, ibu hamil maupun menyusui disarankan memilih metode memasak yang lebih sehat seperti direbus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak.
Jika ingin mengonsumsi gulai atau tongseng, penggunaan santan sebaiknya tidak terlalu banyak. Begitu juga dengan sate kambing yang umumnya menggunakan kecap manis dan garam dalam jumlah tinggi.
Selain itu, konsumsi daging sebaiknya diimbangi dengan sayur dan buah yang kaya serat agar sistem pencernaan tetap sehat. Kandungan serat juga membantu mengurangi rasa begah setelah makan makanan berlemak.
Minum air putih yang cukup dan menjaga pola makan seimbang juga penting untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan maupun menyusui.
Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi secukupnya, daging kambing tetap bisa menjadi sumber protein yang bermanfaat bagi ibu hamil maupun menyusui tanpa perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan.***