
SERAYUNEWS- Program imunisasi menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya sejak usia dini.
Banyak orang tua kemudian bertanya, apakah vaksin campak bisa menggunakan BPJS Kesehatan? Jawabannya, vaksin campak termasuk dalam imunisasi dasar yang ditanggung dalam layanan BPJS Kesehatan.
Melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), peserta dapat memperoleh layanan imunisasi secara gratis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS.
Dalam skema ini, BPJS Kesehatan menjamin pelayanan kesehatan, sementara vaksin disediakan oleh pemerintah melalui program imunisasi nasional.
Imunisasi dasar tersebut umumnya diberikan kepada bayi sejak lahir hingga usia 11 bulan dan dapat diperoleh di puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang menjadi mitra BPJS Kesehatan.
Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasan selengkapnya:
Dokter dan tenaga kesehatan terus mengingatkan pentingnya imunisasi sejak bayi lahir. Vaksin membantu tubuh membentuk sistem kekebalan sehingga anak dapat terlindungi dari berbagai penyakit menular.
Tanpa imunisasi, anak berisiko lebih tinggi mengalami infeksi serius yang dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian.
Meski demikian, sebagian orang tua masih ragu membawa anaknya imunisasi karena khawatir dengan biaya. Padahal, pemerintah telah menyediakan sejumlah vaksin dasar yang dapat diakses secara gratis melalui BPJS Kesehatan.
Berdasarkan panduan layanan bagi peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan menjamin pelayanan imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan pemerintah. Berikut beberapa vaksin yang dapat diperoleh melalui layanan BPJS Kesehatan untuk bayi usia 0–11 bulan.
1. Vaksin BCG
Vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin) diberikan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
TBC masih menjadi salah satu penyakit menular yang cukup banyak ditemukan di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah memasukkan vaksin BCG dalam program imunisasi dasar yang wajib diberikan kepada bayi.
Vaksin ini biasanya diberikan satu kali saat bayi berusia sekitar satu bulan.
2. Vaksin DPT-HB
Vaksin DPT-HB merupakan imunisasi yang berfungsi melindungi anak dari beberapa penyakit berbahaya sekaligus, yaitu:
– Difteri
– Pertusis atau batuk rejan
– Tetanus
– Hepatitis B
Vaksin ini diberikan tiga kali, yaitu saat bayi berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.
Setelah itu, anak akan mendapatkan vaksin penguat (booster) pada usia sekitar 18 bulan dan 5 tahun untuk memperkuat kekebalan tubuh.
3. Vaksin Polio
Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen pada anak. Dalam kasus tertentu, penyakit ini juga dapat menimbulkan gangguan pada sistem saraf hingga radang selaput otak.
Untuk mencegah hal tersebut, vaksin polio menjadi bagian penting dari imunisasi dasar.
Vaksin ini diberikan sebanyak empat kali, yaitu pada usia:
– 1 bulan
– 2 bulan
– 3 bulan
– 4 bulan
Pemberiannya dapat dilakukan melalui tetes oral atau suntikan, sesuai dengan program imunisasi nasional.
4. Vaksin Campak
Vaksin campak juga termasuk dalam daftar imunisasi dasar yang ditanggung BPJS Kesehatan.
Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru-paru dan radang otak (ensefalitis).
Dalam program imunisasi dasar, vaksin campak diberikan satu kali pada bayi, kemudian dilanjutkan dengan vaksin penguat pada usia 18 bulan serta usia 5–7 tahun.
Pemberian vaksin ini sangat penting untuk menekan angka penyebaran campak pada anak.
5. Vaksin HB-0 (Hepatitis B)
Vaksin HB-0 diberikan kepada bayi yang baru lahir untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu kepada bayi.
Imunisasi ini sangat penting karena harus diberikan dalam waktu maksimal 24 jam setelah bayi lahir.
Tujuannya adalah untuk mencegah bayi tertular virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit hati kronis di kemudian hari.
Untuk mendapatkan layanan imunisasi yang ditanggung BPJS Kesehatan, terdapat beberapa syarat yang perlu dipenuhi oleh peserta.
Pertama, status kepesertaan BPJS harus aktif dan tidak memiliki tunggakan pembayaran iuran.
Kedua, orang tua perlu membawa anak ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Biasanya, puskesmas memiliki jadwal khusus pelayanan imunisasi yang telah ditentukan setiap minggu atau setiap bulan.
Sebelum vaksin diberikan, tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan awal terhadap anak.
– Pemeriksaan tersebut meliputi:
– Pengukuran berat badan
– Pengukuran tinggi badan
– Pemeriksaan kondisi kesehatan secara umum
– Wawancara singkat mengenai riwayat kesehatan anak
Jika kondisi anak dinyatakan sehat dan memenuhi syarat untuk imunisasi, tenaga kesehatan akan memberikan vaksin sesuai jadwal.
Tenaga kesehatan terus mengimbau orang tua untuk tidak melewatkan jadwal imunisasi anak.
Dengan memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan, orang tua dapat memastikan anak mendapatkan perlindungan kesehatan sejak dini tanpa harus terbebani biaya vaksinasi.
Imunisasi yang lengkap tidak hanya melindungi anak secara individu, tetapi juga membantu menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat sehingga penyebaran penyakit menular dapat ditekan.