
SERAYUNEWS-Suhu kawah Gunung Slamet kembali mengalami peningkatan. Data yang diperoleh menunjukkan suhu di 463 derajat celcius, mengalami kenaikan 10 derajat dibandingkan sehari sebelumnya. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan maka pendakian ke Gunung Slamet ditutup sementara mulai Sabtu (4/4/2026).
Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Revon Hapinindriat. Dijelaskan, laporan Nomor : 631.Lap/GL.03/BGL/2026dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia menyebutkan Hasil pengamatan dan analisis data-data pemantauan menunjukkan adanya peningkatan tekanan di bawah tubuh Gunungapi Slamet.
Kondisi tersebut memicu munculnya gempa-gempa dangkal, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi. Berdasarkan data pemantauan instrumental Gunung Slamet terkini, aktivitas Gunung Slamet masih tinggi sehingga direkomendasikan untuk dilakukan perubahan/ perluasan jarak rekomendasi.
“Tanggal 4 April 2026 tingkat aktivitas Gunungapi Slamet masih ditetapkan pada Level II (Waspada), dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/ wisatawan tidak berada/ beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung api Slamet. Pengamatan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut,” ujarnya mengutip laporan tersebut.
Potensi ancaman bahaya saat ini adalah erupsi yang menghasilkan abu dan hujan lumpur serta lontaran material pijar yang melanda di daerah sekitar puncak di dalam radius 3 km. Selain itu juga hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah/puncak. Hujan abu dapat terjadi di sekitar kawah maupun melanda daerah yang ditentukan oleh arah dan kecepatan angin.
Pengelola Posko Pendakian Gunung Slamet di Dukuh Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Saiful Amri mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. “Ada laporan terjadi kenaikan suhu kawah,” ujarnya.
Sebelumnya pada Jumat (3/4/2026) sekitar 400 pendaki yang naik melalui jalur Bambangan. Sesuai arahan, para pendaki tidak diperbolehkan berada di radius 3 km dari puncak. Pihaknya juga melakukan pemantauan. Pasalnya selanjutnya jalur pendakian ditutup sementara.
Gunung api Slamet adalah gunungapi strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncaknya 3432 mdpl. Secara administratif terletak dalam lima kabupaten, yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis berada pada posisi 7° 14.30′ LS dan 109° 12.30′ BT. Gunungapi Slamet dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) yang berada di Desa Gambuhan, Gajah Nguling, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.