
SERAYUNEWS-Era Arne Slot di Liverpool resmi berakhir. Manajemen The Reds memutuskan memecat pelatih asal Belanda tersebut setelah musim 2025/2026 yang penuh gejolak, mulai dari merosotnya performa tim hingga kabar ketidakharmonisan dengan sejumlah pemain.
Meski belum mengumumkan pengganti secara resmi, sejumlah media Inggris mulai mengerucutkan satu nama sebagai kandidat terkuat, yakni Andoni Iraola.
Pertanyaannya, apakah pelatih Bournemouth itu benar-benar layak menangani klub sebesar Liverpool?
Sebenarnya, Arne Slot tidak menjalani musim yang sepenuhnya buruk. Liverpool memang hanya finis di posisi kelima Liga Inggris, tetapi tekanan yang ia hadapi jauh lebih besar karena musim sebelumnya berhasil membawa The Reds menjuarai Premier League.
“Bahkan keputusan ini merupakan keputusan yang sangat sulit bagi klub. Kontribusi Arne selama berada di Liverpool sangat besar dan memberikan kesuksesan bagi tim,” tulis manajemen Liverpool dalam pernyataan resminya.
Namun, di klub sebesar Liverpool, finis di luar empat besar sering kali dianggap kegagalan.
Di tengah pencarian pelatih baru, nama Andoni Iraola langsung mencuat. Pelatih asal Spanyol berusia 43 tahun itu memang hanya membawa Bournemouth finis di posisi kesembilan. Secara klasemen, pencapaiannya terlihat tidak lebih baik dibandingkan Slot. Namun jika melihat kualitas skuad yang dimiliki Bournemouth, cerita menjadi berbeda.
Dengan sumber daya yang jauh lebih terbatas dibanding klub-klub papan atas, Iraola mampu menjadikan Bournemouth sebagai tim yang sulit dikalahkan. Bahkan mereka sempat mencatatkan 17 pertandingan tanpa kekalahan di Premier League dan sukses mengamankan tiket Liga Europa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Prestasi itu membuat banyak pengamat menilai Iraola memiliki kemampuan membangun tim yang jauh melampaui ekspektasi. Hal itu membuatnya semakin menarik bagi Liverpool adalah filosofi bermainnya.
Iraola dikenal menyukai formasi 4-2-3-1 maupun 4-3-3 dengan pendekatan menyerang. Ia juga mengandalkan pressing tinggi, transisi cepat, dan mobilitas pemain yang agresif—gaya bermain yang sangat dekat dengan identitas Liverpool sejak era Jurgen Klopp.
Tidak hanya itu, pelatih asal Spanyol tersebut juga memiliki reputasi bagus dalam mengembangkan pemain muda dan menjaga hubungan dengan ruang ganti.
Faktor ini menjadi penting mengingat salah satu masalah yang disebut-sebut menjadi penyebab jatuhnya Arne Slot adalah hubungan yang mulai merenggang dengan beberapa pemain senior. Namun, tantangan di Liverpool tentu berbeda dengan Bournemouth.
Jika di Bournemouth target utamanya adalah bertahan dan sesekali membuat kejutan, di Liverpool targetnya adalah juara. Tekanan media, ekspektasi suporter, hingga tuntutan untuk bersaing di Liga Champions akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Iraola.
Karena itu, meski banyak pihak menilai Iraola sebagai kandidat ideal, pertanyaan besar tetap belum terjawab:
Apakah Andoni Iraola benar-benar siap menangani salah satu klub terbesar di dunia, atau Liverpool sedang mengambil risiko besar dengan mempercayakan proyek mereka kepada pelatih yang belum pernah menangani tim elite Eropa?
Jawabannya mungkin baru akan terlihat ketika musim baru dimulai. Namun satu hal yang pasti, jika Liverpool benar-benar menunjuk Iraola, mereka tidak hanya mendapatkan pelatih baru, tetapi juga sebuah perjudian besar yang bisa berujung kesuksesan luar biasa atau justru kegagalan yang mahal.