SERAYUNEWS – Berkumpul bersama keluarga, menikmati hidangan khas, hingga merasakan suasana saling memaafkan saat libur Lebaran membuat momen liburan terasa begitu hangat dan bermakna.
Namun, begitu libur usai, tidak sedikit orang yang justru merasa lesu, sedih, atau kehilangan semangat. Kondisi ini dikenal sebagai post holiday blues.
Meski bukan termasuk gangguan psikologis berat, post holiday blues bisa berdampak cukup signifikan jika tidak ditangani dengan baik.
Perasaan tidak nyaman ini dapat mengganggu konsentrasi, produktivitas, bahkan relasi dengan orang di sekitar. Apa sebenarnya post holiday blues dan bagaimana cara menghadapinya? Mari kita bahas lebih lanjut.
Post holiday blues adalah kondisi emosional yang muncul setelah masa liburan berakhir. Gejalanya bisa berupa perasaan sedih, kurang semangat, cemas, hingga kelelahan secara mental.
Biasanya, kondisi ini berlangsung selama beberapa hari hingga satu atau dua minggu setelah liburan selesai. Siapa saja bisa mengalaminya, terutama setelah liburan panjang seperti Lebaran.
Saat liburan, banyak orang merasa bebas dari tekanan dan stres pekerjaan. Namun ketika harus kembali ke rutinitas, tubuh dan pikiran butuh waktu untuk menyesuaikan diri kembali.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini muncul:
Dari suasana liburan yang santai dan menyenangkan, tiba-tiba kembali ke aktivitas padat dan penuh tanggung jawab bisa memicu stres emosional.
Ketika liburan tidak berjalan sesuai ekspektasi—misalnya karena konflik keluarga atau rencana yang gagal—perasaan kecewa bisa membekas.
Meskipun disebut liburan, aktivitas seperti perjalanan jauh, menyiapkan acara keluarga, atau begadang bisa membuat tubuh jadi kelelahan.
Masalah pekerjaan, tugas rumah tangga, atau tekanan sosial yang sempat dilupakan saat liburan kembali menuntut perhatian penuh.
Setelah menghabiskan waktu dengan keluarga, kembali ke kesendirian atau rutinitas sendiri bisa menimbulkan rasa hampa.
Mengatasi post holiday blues tidak selalu sulit. Dengan beberapa langkah sederhana, kamu bisa kembali membangkitkan semangat dan menjalani hari dengan lebih positif:
Mengakui bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja adalah langkah awal yang penting. Tidak perlu memaksakan diri langsung merasa senang atau produktif.
Jangan terburu-buru ingin menyelesaikan semua pekerjaan sekaligus. Prioritaskan tugas, buat jadwal ringan, dan beri ruang untuk beradaptasi.
Rencanakan kegiatan kecil yang kamu sukai di sela rutinitas, seperti menonton film, makan siang bareng teman, atau olahraga ringan.
Menjaga komunikasi dengan keluarga atau sahabat bisa membantu mengurangi rasa kesepian dan menambah semangat.
Pastikan tidur cukup, makan makanan bergizi, dan lakukan aktivitas fisik agar energi kamu kembali terisi secara alami.
Latihan pernapasan, meditasi, atau menulis jurnal bisa membantu menenangkan pikiran dan meredakan kecemasan.
Meski belum bisa pergi dalam waktu dekat, merancang rencana kecil seperti staycation atau jalan-jalan akhir pekan bisa memberikan motivasi baru.
Post holiday blues setelah Lebaran adalah hal yang wajar dan bisa dialami oleh siapa saja. Kuncinya adalah mengenali gejalanya, menerima perasaan yang muncul, lalu mengambil langkah kecil untuk kembali menyesuaikan diri dengan rutinitas.
Ingat, semangat liburan tidak harus berakhir begitu tanggal merah usai. Kamu selalu bisa menciptakan momen-momen kecil yang menyenangkan dalam keseharian.***