Senin, 4 Juli 2022

Banjarnegara Siap Implementasikan Kurikulum Merdeka

Sosialisasi kurikulum merdeka oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga. foto: dok Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga

Sejak pandemi Covid-19 melanda, sejumlah pembelajaran di sekolah hanya bisa dilaksanakan secara daring. Sebagai opsi, Kementerian Pendidikan RI juga meluncurkan kurikulum merdeka sebagai upaya untuk mengatasi krisis pembelajaran (learing loss).


Banjarnegara, Serayunews.com

Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara melakukan sosialisasi tentang kurikulum merdeka. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengawas sekolah, mulai dari jenjang TK hingga SMP.

Plt Kepala Dindikpora Kabupaten Banjarnegara, Agung Yusianto mengatakan, kurikulum merdeka ini dirancang oleh Kemendikbudristek dalam mengatasi krisis pembekajaran. Tak hanya itu, masalah pembelajaran menjadi persoalan serius semenjak pandemi melanda.

Baca juga  Usulkan Tuan Rumah Arung Jeram, Panitia Porprov Survei Venue Sungai Serayu Banjarnegara

Adanya kurikulum merdeka ini, diharapkan dapat membangun daya nalar dan karakter peserta didik dengan pembelajaran berbasis proyek. Dengan memanfaatkan teknologi digital, seorang tenaga pendidik juga dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, kreatif dan berinovasi.

Pengawas untuk dapat memotivasi guru, agar dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki satuan pendidikan.

“Tidak hanya peserta didik, tenaga pendidik juga harus mampu dalam memanfaatkan teknologi sebagai penunjang pembelajaran,” ujarnya.

Kepala Bidang Sekmen Dindikpora Banjarnegara, Bambang Budi Setyono mengatakan, kurikulum merdeka dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan lebih sederhana dan fleksibel.

Baca juga  Dispermades Banjarnegara, Bakal Aktifkan 266 Website Desa

“Memang ada perbedaan penerapan kurikulum merdeka dengan kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013 lebih fokus pada kognitif, tetapi di kurikulum merdeka para guru diarahkan kepada pembentukan karakter yang lebih riil,” ujarnya.

Kurikulum Merdeka diharapkan mampu mewujudkan profil pelajar Pancasila. Pembelajaran di sekolah untuk lebih mengarahkan peserta didik agar mempunyai enam dimensi dalam profil pelajar Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Berita Terkait

Berita Terkini