Kamis, 11 Agustus 2022

Banyak Warga Gelar Hajatan, Harga Cabai di Purbalingga Semakin Pedas

cabai
Kebun cabai di wilayah Kecamatan Mrebet Purbalingga. (Foto/ Amin Wahyudi)

Harga cabai di pasar-pasar tradisional Kabupaten Purbalingga, semakin pedas. Seperti cabai rawit merah yang sebelumnya Rp 25 ribu, kini menyentuh angka Rp 80 ribu per kilogramnya.


Purbalingga, serayunews.com

Kenaikan harga cabai, terjadi bertahap sejak beberapa pekan ini. Cabai rawit merah yang sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram, kini menyentuh angka Rp 80 ribu perkilogram.

Fungsional Perindustrian dan Perdagangan Muda Dinperindag Purbalingga, Martha Dwi Hudiati menyebut, ada beberapa faktor penyebab naiknya harga cabai. Satu di antaranya pengaruh banyaknya orang hajatan di bulan syawal ini.

Baca juga  Banyak Perajin Logam, Pemkab Kembangkan Potensi Produksi Motor Listrik Rakitan Purbalingga

“Kondisi ini tidak hanya terjadi di Purbalingga saja, tetapi juga di daerah lainnya secara nasional,” kata Martha, Senin sore.

Selain banyaknya permintaan karena hajatan, kenaikan juga karena stok yang menurun. Menurut petani, banyak tanamannya tidak produksi secara maksimal karena tanaman terserang hama penyakit.

“Hal itu karena tingginya permintaan. Serta, minimnya stok cabai yang dijual di pasaran, karena banyak tanaman cabai yang terkena hama,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Dinperindag Kabupaten Purbalingga, kenaikan harga mencapai lebih dari tiga kali lipat dari harga sebelumnya.

Cabai merah besar yang sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram, saat ini Rp42 ribu per kilogram. Harga cabai merah besar keriting saat ini, Rp64 ribu per kilogram. Sebelumnya, hanya Rp25 ribu per kilogram.

Baca juga  Kota Tono Jepang Jajaki Kerjasama Ketenagakerjaan dengan Purbalingga, Ini Penjelasan Bupati Tiwi

Cabai rawit merah yang sebelumnya Rp25.500, di pasaran saat ini, Rp80 ribu. Kenaikannya lebih dari tiga kali lipat. Sedangkan, cabai rawit hijau yang sebelumnya Rp 25ribu per kilogram, saat ini Rp47.500 per kilogram.

Berita Terkait

Berita Terkini