
SERAYUNEWS – Puasa Syawal merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam setelah menjalankan puasa Ramadan. Amalan ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal dan memiliki keutamaan yang besar.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, dijelaskan bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian melanjutkannya dengan enam hari puasa di bulan Syawal, maka pahalanya setara seperti berpuasa selama satu tahun.
Karena itu, banyak umat Muslim yang berusaha menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah ini.
Selain bernilai pahala besar, puasa Syawal juga memiliki hikmah untuk menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan berakhir.
Dengan melanjutkan puasa sunnah, seseorang dapat tetap menjaga kedisiplinan spiritual yang telah terbentuk selama bulan suci.
Pada tahun 2026, terdapat perbedaan penetapan awal bulan Syawal antara beberapa pihak di Indonesia. Hal ini berdampak pada waktu dimulainya puasa Syawal.
Sebagian pihak menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026, sehingga puasa Syawal dimulai sejak 21 Maret 2026.
Sementara itu, versi pemerintah dan sebagian organisasi keagamaan menetapkan 1 Syawal pada 21 Maret 2026, sehingga puasa baru dimulai pada 22 Maret 2026.
Perbedaan ini wajar terjadi dalam penentuan kalender Hijriah, namun tidak mengurangi keutamaan ibadah yang dijalankan.
Memasuki pertengahan April 2026, bulan Syawal sudah berada di penghujung. Berdasarkan kalender Hijriah yang beredar, bulan Syawal tahun ini berlangsung selama 29 hari.
Jika mengacu pada perhitungan versi Muhammadiyah, bulan Syawal berakhir pada 17 April 2026. Sementara itu, versi pemerintah dan Nahdlatul Ulama menetapkan akhir Syawal pada 18 April 2026.
Dengan demikian, batas akhir pelaksanaan puasa Syawal berada di rentang tanggal tersebut. Artinya, umat Islam masih memiliki sisa waktu beberapa hari di pertengahan April untuk menyelesaikan puasa enam hari yang dianjurkan.
Pada tanggal 12 April 2026, bulan Syawal telah memasuki hari ke-23 atau ke-24 tergantung versi penanggalan yang digunakan. Ini berarti waktu yang tersisa untuk menjalankan puasa Syawal tinggal sekitar lima hingga enam hari.
Bagi yang belum menyelesaikan enam hari puasa, momen ini menjadi kesempatan terakhir untuk menunaikan ibadah sunnah tersebut. Oleh karena itu, penting untuk segera merencanakan waktu puasa agar tidak terlewat.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah puasa Syawal harus dilakukan secara berurutan selama enam hari. Dalam praktiknya, puasa ini tidak wajib dilakukan berturut-turut.
Umat Islam diperbolehkan menjalankan puasa Syawal secara terpisah atau selang-seling selama masih berada dalam bulan Syawal dan jumlahnya genap enam hari.
Meski demikian, sebagian ulama menganjurkan untuk melakukannya secara berurutan setelah Idul Fitri agar lebih utama.
Namun, jika tidak memungkinkan, pelaksanaan secara fleksibel tetap sah dan tidak mengurangi keutamaan pahala yang dijanjikan.
Dengan memahami jadwal dan ketentuannya, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih optimal dan meraih keutamaan yang telah dijanjikan.***