
SERAYUNEWS – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap kembali menegaskan komitmennya terhadap aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan kerja melalui pelaksanaan pelatihan HSSE Passport 2.0 bagi pekerja dan mitra kerja.
Pelatihan diikuti lebih dari 3.000 peserta dari unsur pekerja dan mitra yang terbagi dalam beberapa batch dengan 100 peserta pada setiap batch. Hal ini sebagai upaya perusahaan memperkuat budaya keselamatan kerja di seluruh lini operasional.
Manager Human Capital (HC) RU IV Cilacap, M. Hasan Ismail menyampaikan bahwa safety dan keselamatan merupakan prioritas tertinggi dalam setiap operasional perusahaan.
“Perilaku safety wajib diulang-ulang agar menjadi budaya bagi setiap insan Pertamina. Keselamatan bukan hanya sekadar aturan, tetapi harus menjadi kebiasaan dan kesadaran bersama dalam setiap aktivitas kerja,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi dari para praktisi HSSE, meliputi HSSE Golden Rules, Bahaya di Tempat Kerja, Sistem Izin Kerja Aman (SIKA), Corporate Life Saving Rules, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), housekeeping, Process Safety Awareness, HSSE Observation & Stop Work Authority (SWA), Incident Reporting, hingga Human Factor.
Hasan menekankan bahwa materi-materi tersebut bisa jadi sering diterima oleh para pekerja maupun mitra. Namun demikian, pengulangan dan internalisasi dinilai sangat penting agar seluruh insan perusahaan tidak lalai serta senantiasa siap menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.
“Dalam rangka internalisasi, hal ini wajib diulang-ulang agar tidak lalai dan senantiasa memahami langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat,” tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menegaskan bahwa perilaku dan budaya safety memiliki hubungan yang sangat erat dengan produktivitas kerja perusahaan.
Menurutnya, penerapan budaya keselamatan yang kuat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan operasional RU IV Cilacap yang memiliki peran strategis dalam ketahanan energi nasional.
“Perilaku dan budaya safety berbanding lurus dengan produktivitas kerja. Terlebih RU IV Cilacap memiliki tanggung jawab besar dalam menyuplai sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional dan 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa,” jelasnya.
Melalui pelatihan HSSE Passport 2.0 ini, RU IV Cilacap berharap seluruh pekerja dan mitra kerja semakin memahami pentingnya budaya keselamatan, mampu mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, serta menjadikan aspek HSSE sebagai bagian utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.