Jumat, 24 September 2021

Begini Cara Pemprov Jateng Siapkan Rumah Sakit Khusus Covid-19

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan rumah sakit darurat untuk mendukung penangan pasien COVID-19 yang jumlahnya kian bertambah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan terdapat dua cara untuk menyiapkan rumah sakit khusus Covid-19.


Semarang, Serayunews.com

Pertama, pihaknya akan mengonversi tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) menjadi rumah sakit darurat COVID-19 (RSDC). Ketiga RSUD itu antara lain RSUD Tugurejo di Semarang, RSUD dr Moewardi, dan Rumah Sakit Jiwa di Solo.

Terkait RSUD Tugurejo di Semarang, 100 persen akan digunakan untuk penanganan COVID-19. Namun masih ada dua layanan yang diterima di rumah sakit tersebut yaitu hemodialisa dan kanker.

“Terus RSUD Moewardi dan Rumah Sakit Jiwa di Solo juga akan dikonversi 75 persen untuk rumah sakit COVID-19 karena rujukan untuk penyakit lain masih banyak di rumah sakit itu. Kita optimalkan untuk tiga rumah sakit milik provinsi ini,” kata Ganjar usai mengikuti rapat dengan Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan secara dari di rumah dinas Puri Gedeh, Rabu (14/7/2021).

Cara kedua yang akan ditempuh yaitu mengonversi kompleks BPSDMD Jateng di Srondol Kota Semarang dan Asrama Haji Donohudan di Kabupaten Boyolali menjadi RSDC.

Ganjar mengatakan visitasi dari Kementerian Kesehatan untuk Diklat Srondol sudah dilakukan. Rencananya, pada Kamis (15/7/2021) nanti dijadwalkan visitasi lanjutan bersama Kementerian PUPR untuk Diklat Srondol dan Asrama Haji Donohudan.

“Menteri PUPR sudah komunikasi dengan saya, terus kemudian tadi rapat dengan Pak Luhut sudah oke. Secepatnya kita siapkan itu,” jelas Ganjar.

Adapun kapasitas tempat tidur untuk dua tempat itu masing-masing Diklat Srondol memiliki 554 tempat tidur dan Asrama Haji Donohudan 872 tempat tidur. Saat ini dua tempat tersebut masih digunakan sebagai tempat isolasi terpusat.

“Kalau itu nanti sudah menjadi rumah sakit darurat dan ada pasien dengan klasifikasi berat harus dirawat bis dimasukkan di situ. Untuk tempat isolasi terpusat kita masih punya banyak kok, jadi isolasi mandirinya bisa kita digeser atau dipindahkan ke tempat lain, kita carikan tempat,” ujarnya.

Untuk kebutuhan sumber daya manusia di RSDC, Ganjar mengatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan dan berharap ada dukungan untuk itu.

Mengingat saat ini kasus COVID-19 kian bertambah, Ganjar juga mendorong masing-masing kabupaten/kota untuk menyiapkan satu rumah sakit khusus untuk penanganan COVID-19.

Ia menyebut beberapa daerah sudah dalam proses mengkonversi rumah sakit.

“Saya berharap ada juga rumah sakit milik kabupaten/kota yang dikasihkan untuk rumah sakit khusus COVID-19,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini