
CILACAP, SERAYUNEWS – Sejumlah pegiat kaligrafi di Kabupaten Cilacap mendapat kesempatan langka belajar langsung dari maestro kaligrafi nasional, Ustaz Isep Misbah. Pelatihan yang digelar di sebuah sanggar kaligrafi di Cilacap ini menjadi ajang mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan calon kafilah menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Jawa Tengah 2027.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Quran Center Baznas Cilacap (QCBC) bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Cilacap. Kehadiran Ustaz Isep dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman dan memberikan pembinaan kepada para kaligrafer muda yang selama ini aktif berlatih di berbagai cabang lomba kaligrafi.
Koordinator Cabang Kaligrafi LPTQ Cilacap, Ustaz Midhan Anis, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas peserta karena Cilacap akan menjadi tuan rumah MTQ dan Hadits tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2027.
“Karena menjadi tuan rumah, kami ingin memberikan yang terbaik untuk Cilacap. Mudah-mudahan melalui pelatihan ini, Cilacap bisa memberikan warna dalam pelaksanaan MTQ nanti,” ujar Ustaz Anis, sekaligus sebagai Ketua Prodi Kaligrafi QCBC, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, LPTQ bersama QCBC selama ini terus membina generasi muda yang menekuni seni kaligrafi. Kesempatan menghadirkan Ustaz Isep Misbah pun dinilai sangat berharga karena sang maestro sedang berada di Cilacap untuk kegiatan tashih Mushaf Al-Qur’an Wijayakusuma.
Dalam pembinaan tersebut, para peserta mendapat materi di berbagai cabang yang diperlombakan dalam MTQ, mulai dari kaligrafi kontemporer, dekorasi, naskah hingga hiasan mushaf.
Ustaz Isep Misbah mengaku terkesan dengan antusiasme para peserta selama mengikuti pelatihan. Menurut juri MTQ tingkat nasional itu, potensi kaligrafer muda di Cilacap cukup besar dan layak terus dikembangkan.
“Saya melihat ada potensi-potensi besar dari generasi muda Cilacap. Ini menjadi aset yang harus terus dipupuk agar ke depan lahir khattat-khattat andal dari daerah ini,” katanya.
Ia menekankan bahwa kemampuan kaligrafi tidak cukup hanya diasah melalui latihan rutin, tetapi juga harus diuji melalui berbagai perlombaan agar para peserta mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki.
Selain latihan yang berkesinambungan, Ustaz Isep juga berpesan agar para kaligrafer menikmati setiap proses berkarya.
“Kaligrafi sesungguhnya adalah rekreasi dalam menikmati setiap goresan sapuan kuas. Karena itu teruslah berlatih dengan hati yang bahagia agar prestasi bisa diraih,” ujarnya.
Ia berharap pembinaan seperti ini terus berlanjut dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sehingga pembinaan kaligrafer muda dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Salah seorang kaligrafer Cilacap, Muhammad Bahrul Sidik, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru setelah mendapatkan koreksi langsung dari Ustaz Isep Misbah.
“Bagi seorang kaligrafer, mendapatkan koreksi dan masukan dari maestro Ustaz Isep Misbah adalah sebuah anugerah. Banyak sekali wawasan baru yang saya dapatkan untuk memperbaiki karya agar menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kaligrafer-kaligrafer berprestasi dari Cilacap yang mampu bersaing di tingkat Provinsi Jawa Tengah hingga nasional, sekaligus mengharumkan nama daerah saat menjadi tuan rumah MTQ 2027.